JOGJA - PSIM Jogja menegaskan bahwa industri olahraga modern tidak lagi bertumpu pada aspek pertandingan semata, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang kompleks dan membutuhkan beragam keahlian.
Hal ini disampaikan dalam agenda PSIM Goes to Campus di Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).
Kegiatan bertajuk kuliah umum Sport Industry tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta tenaga pendidik dari lintas fakultas.
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno, dalam pemaparannya menyoroti perubahan wajah industri sepak bola yang kini menuntut kesiapan sumber daya manusia di berbagai sektor non-teknis.
"Industri sepak bola dan olahraga membuka ruang yang luas, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di balik layar," ungkap Liana, Sabtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, bahwa banyak peluang karier lain, seperti manajemen Finance, Accountan, and Tax (FAT), bussiness commercial, legal, government relations, media, dan masih banyak yang lain.
Menurut Liana, keberhasilan sebuah klub saat ini sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan di balik layar. Di mana orang-orang di balik layar tersebut juga butuh kapabilitas lintas bidang.
"Kesiapan dan kompetensi SDM menjadi faktor krusial agar industri olahraga nasional mampu bersaing di tingkat global," ujarnya.
Diskusi juga menghadirkan Owner Hangtuah Basketball Harryadin Mahardika serta John Slover dari US Department of State yang memberikan perspektif tambahan, termasuk dalam konteks diplomasi publik melalui olahraga.
Sementara itu, moderator Edward Tanujaya menilai industri olahraga merupakan sektor yang memiliki ketahanan tinggi sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang.
Ia menyebut, perkembangan industri ini harus diimbangi dengan kesiapan lulusan perguruan tinggi dalam memahami manajemen olahraga modern.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain mendapatkan wawasan mengenai dinamika industri olahraga, mahasiswa yang aktif dalam sesi diskusi juga memperoleh berbagai bingkisan sebagai bentuk apresiasi.
"Mahasiswa dan mahasiswi ini adalah bibit talenta yang akan mengisi berbagai lini di industri olahraga ke depan," imbuhnya. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita