JOGJA - Meski sudah mengoleksi 39 poin, PSIM Jogja dinilai belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Bek Franco Ramos mengingatkan tim untuk tetap fokus di tengah tren hasil minor.
Hingga pekan ke-29 kompetisi BRI Super League 2025/2026, PSIM telah mengoleksi 39 poin dan menempati peringkat ke-11 klasemen sementara.
Dengan lima pertandingan tersisa, Laskar Mataram berada di papan tengah dan relatif menjauh dari zona degradasi.
Baca Juga: Trauma Anak Korban Daycare Bisa Bertahan Lama, Ini Kata Pakar UNY
Secara hitungan, dua tim terbawah, PSBS Biak (18 poin) dan Semen Padang (20 poin), sudah tidak mungkin lagi menyamai perolehan poin PSIM hingga akhir musim.
Sementara itu, posisi ke-16 yang menjadi batas aman dihuni Madura United (26 poin), disusul Persis Solo (27 poin) di peringkat ke-15.
Namun demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat PSIM berada di zona nyaman. Terlebih, tren performa tim dalam beberapa laga terakhir belum menunjukkan hasil yang maksimal.
Dalam lima pertandingan terakhir, PSIM belum meraih kemenangan dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Baca Juga: Kejar Tiket Promosi Otomatis. PSS Sleman Incar Tiga Poin di Markas Persiba Balikpapan
Rentetan hasil tersebut menjadi sinyal bahwa konsistensi tim masih perlu diperbaiki di sisa musim.
Franco menilai, situasi ini menjadi alasan kuat bagi tim untuk tetap menjaga fokus dan tidak terlena dengan posisi klasemen saat ini.
"Tentu akan terasa lebih baik kalau target bertahan sudah tercapai, tapi saat ini kami sadar bahwa belum sepenuhnya aman," ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, meski peluang bertahan cukup besar secara hitungan, para pemain tidak ingin bergantung pada kalkulasi semata.
Baca Juga: Dongkrak Produksi Susu, Ahmad Luthfi Inginkan Kontes Sapi Perah
"Saat kita mencapai tujuan itu akan terasa jauh lebih baik, tapi sekarang kami harus terus bekerja keras," lanjutnya.
Di sisi lain, Franco juga menegaskan pentingnya peran lini belakang sebagai fondasi permainan tim. Menurutnya, tugas utama seorang bek adalah memastikan tim tidak mudah kebobolan.
"Bagi saya pemain bertahan yang terpenting adalah bertahan terlebih dulu, meminimalisi kebobolan. Kalau bisa membantu tim dengan cetak gol, itu sangat menyenangkan," jelasnya.
Sejauh ini, ia mengaku tetap memiliki target pribadi untuk menambah kontribusi gol, meski tidak menjadikannya sebagai prioritas utama dibanding tugas defensifnya.
"Saya berharap bisa mencetak satu atau dua gol lagi. Itu yang saya inginkan dan kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya," katanya.
Dengan kondisi performa yang belum stabil, Franco menekankan bahwa soliditas pertahanan akan menjadi kunci bagi PSIM untuk mengamankan posisi di klasemen hingga akhir musim.
"Kami punya tujuan jelas, yaitu tidak terdegradasi. Setelah itu tercapai, baru kami bisa melihat seberapa jauh tim bisa melangkah," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita