Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Van Gastel Puji Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi:  Dia Sedang dalam Proses Menjadi Kiper Hebat

Fahmi Fahriza • Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi. (Foto: Dokumentasi PSIM Jogja)
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi. (Foto: Dokumentasi PSIM Jogja)

JOGJA - Performa gemilang kiper muda PSIM Jogja Cahya Supriadi kembali menjadi sorotan dalam laga melawan Persija Jakarta, Rabu (22/4/2026). 

Di tengah tekanan sepanjang pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, Cahya tampil sebagai figur penentu yang menjaga timnya tetap dalam permainan.

Penjaga gawang kelahiran 11 Februari 2003 ini menunjukkan ketenangan di bawah mistar dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.

Momen krusial hadir saat ia sukses menepis tendangan penalti dari Maxwell, yang mengubah jalannya pertandingan.

Baca Juga: Jelang May Day, Polresta Magelang Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa di DPRD Magelang

Penampilan Cahya di laga itu juga membuatnya layak dinobatkan sebagai Man of The Match (MOTM), sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu aset masa depan PSIM.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel tak ragu memberikan apresiasi tinggi.

Namun lebih dari sekadar performa satu pertandingan, ia menilai perkembangan Cahya sebagai bagian dari proses panjang seorang kiper muda.

 "Saya senang dengan Cahya. Dia masih muda, dia sempat terpilih untuk tim nasional, jadi masa depan ada di depannya," ujar Van Gastel, Kamis (23/4/2026).

Musim ini bisa dikatakan memang menjadi fase penting dalam perjalanan karier Cahya.

Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI DIY Gelar Jalan Sehat hingga Layanan Perpanjangan SIM di Gambiran

Selain mendapat kepercayaan lebih bersama PSIM, ia juga untuk kali pertama menembus skuad senior Timnas Indonesia pada Maret lalu dalam agenda FIFA Series, meski belum mendapat menit bermain.

Pengalaman itu dinilai menjadi fondasi penting bagi kematangan mentalnya di level yang lebih tinggi.

"Secara keseluruhan saya puas dengan performanya sepanjang musim. Pemain muda pasti melakukan kesalahan, dan mereka harus belajar dari itu," ujarnya.

Van Gastel menegaskan, perjalanan seorang kiper muda tidak bisa dilepaskan dari kesalahan.

Dalam posisi yang sangat krusial, satu momen kecil bisa berujung fatal.

 Tetapi di situlah proses pembelajaran itu terjadi dan bisa didapatkan.

Baca Juga: Kopdar untuk Ortu Penunggu UTBK, Cara Untidar Kenalkan Produk Kopi Robusta dan Arabika Hasil Olahan Kampus

"Bagi kiper, kesalahan biasanya langsung berujung gol, tapi dia harus menghadapinya dan terus melangkah untuk maju," lanjutnya.

Van Gastel pun melihat adanya progres menuju kedewasaan dalam diri sang pemain, baik secara teknis maupun mental.

Ia menilai pengalaman, termasuk kesalahan di masa lalu, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Cahya ke depan.

"Dia harus menempatkan kesalahan sebagai pelajaran.

Dengan begitu, dia akan menjadi lebih dewasa dan menjadi kiper yang hebat," tandas Van Gastel. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Man of The Match. #PSIM Jogj #cahya supriadi #motm #psi