JOGJA - Kompetisi Proliga 2026 kini telah mencapai puncaknya. Setelah rangkaian Final Four resmi berakhir dari GOR Jatidiri Semarang, babak grand final akan berlangsung di GOR Amongrogo, Jogja selama enam hari, Selasa (21/4) sampai Minggu (26/4) nanti.
Pada rangkaian Grand Final Proliga 2026, telah dipastikan terisi oleh tim-tim terbaik kompetisi bola voli kasta tertinggi Tanah Air. Untuk sektor putra dipastikan menyajikan duel panas antara Jakarta LavAni Livin Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi, dua tim yang mendominasi dalam empat musim terakhir.
Sementara di sektor putri, ada Jakarta Pertamina Enduro yang akan berhadapan dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia untuk memperebutkan gelar juara.
Wakil Ketua Proliga 2026 Reginald C. Nelwan mengatakan, gelaran Grand Final Proliga 2026 di GOR Amongrogo dipastikan sangat seru. Sebab para pemain yang akan bertanding, selain pemain terbaik di Indonesia, ada pemain asing terbaik yang memiliki jam terbang yang tinggi. "Karena ada yang habis bertanding di kejuaraan Turki dan Eropa," bebernya, Senin (20/4).
Grand Final Proliga 2026 di Amongrogo, Jogja dipastikan akan berbeda daripada final-final sebelumnya. Sebab pada kesempatan kali ini akan menerapkan sistem best of three (maksimal tiga pertandingan) untuk kali pertama, menggantikan sistem single match sebelumnya. Tim yang meraih dua kemenangan lebih dulu akan menjadi juara. "Kami berharap dengan bermain tiga kali ini pertandingan bisa lebih panjang dan kompetitif," lontarnya.
Sementara perwakilan Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi Rita Kurniati mengatakan, timnya datang dengan semangat sportivitas sekaligus tekad bangkit. Mengingat dalam beberapa musim terakhir timnya bisa bermain imbang dengan Jakarta LavAni Livin Transmedia.
"Kekalahan sebelumnya di final four menjadi pelajaran penting kami. Memang kemarin ada beberapa pemain yang sakit sehingga tidak bisa tampil maksimal. Tapi seperti yang sering dikatakan, bola itu bulat, apa pun bisa terjadi. Kalau bisa menang 2-0, kenapa tidak," katanya.
Sementara itu, kubu LavAni menegaskan kesiapan penuh menghadapi partai puncak. Asisten Pelatih LavAni John Aback menyebut dukungan langsung dari Dewan Pembina LavAni, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi suntikan motivasi tambahan bagi tim.
"Kami ingin memberikan tontonan terbaik untuk masyarakat voli Indonesia. Ini bisa jadi final paling menarik karena kembali mempertemukan LavAni dan Bhayangkara. Kondisi tim juga sangat baik, semua pemain dalam keadaan sehat," tandasnya. (ayu/laz)