Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tumbang Tiga Kali Beruntun, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Permasalahan di Timnya: Seperi Memiliki Dua Wajah Berbeda

Sevtia Eka Novarita • Jumat, 17 April 2026 | 20:31 WIB
Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC. (Dokumentasi PSIM Jogja)
Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC. (Dokumentasi PSIM Jogja)

 

JOGJA - PSIM Jogja kembali menelan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari Bhayangkara Presisi FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League pekan 28, Jumat (17/4).


Sempat unggul lebih dulu dan tampil meyakinkan di babak pertama, Laskar Mataram justru kehilangan kendali permainan setelah jeda dan gagal mempertahankan keunggulan.

Baca Juga: PSIM Jogja Tumbang di Lampung meski Sempat Unggul, Bhayangkara FC Menang 2-1


Secara catatan, ini menjadi tiga kali kekalahan secara beruntun yang dialami PSIM, setelah sebelumnya kalah melawan Dewa United dan PSM Makassar.
Di laga melawan Bhayangkara FC, PSIM menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Penguasaan bola berjalan efektif, distribusi antarlini rapi, dan sejumlah peluang berbahaya berhasil diciptakan. Tim mampu membaca celah di pertahanan lawan dan memanfaatkan momentum dengan baik hingga akhirnya membuka keunggulan.


Namun, memasuki babak kedua, ritme permainan berubah signifikan. Intensitas menurun, konsentrasi pemain goyah, dan masalah lama kembali muncul, yakni lemahnya antisipasi dalam situasi bola mati.

Baca Juga: Evaluasi Menyeluruh PSIM Jogja; Dari Performa Tim yang Disorot hingga Struktur Klub Turut Dibenahi


Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel secara terbuka mengkritik inkonsistensi timnya yang menurutnya seperti memiliki dua wajah berbeda dalam satu pertandingan.


"Di babak pertama kami mampu menciptakan peluang dan menemukan solusi, tapi di babak kedua kami kembali bermasalah dalam situasi bola mati," ujar Van Gastel.


Ia menegaskan, kebobolan dari skema bola mati bukan pertama kali terjadi. Dan hal tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan lebih baik. Selain itu, lemahnya pengawalan terhadap pergerakan pemain lawan juga menjadi penyebab gol kedua Bhayangkara.

Baca Juga: Lagi-Lagi Kena Comeback, PSIM Jogja Tumbang 1-2 di Kandang Bhayangkara FC


"Kami kembali kebobolan dari bola mati dan pada gol kedua kami gagal mengawal pemain yang bergerak bebas hingga memberikan umpan," lanjutnya.
Dalam kondisi tertinggal, PSIM mencoba mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka dan menekan habis-habisan demi menyamakan kedudukan. Namun strategi itu justru memberi ruang bagi Bhayangkara untuk melancarkan serangan balik berbahaya.


"Setelah tertinggal 1-2 kami bermain menyerang total. Dalam situasi seperti itu lawan juga mendapat peluang. Ini sangat mengecewakan karena sebenarnya ini kekalahan yang tidak perlu terjadi," tegas Van Gastel.


Hal senada disampaikan kapten tim Reva Adi Utama yang menilai PSIM gagal menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh. Ia mengakui adanya penurunan fokus yang cukup signifikan di babak kedua.


"Di babak pertama rencana tim berjalan dengan baik, kami bisa mengontrol permainan. Tapi di babak kedua kami sedikit kehilangan fokus, terutama di situasi bola mati. Ini harus jadi perhatian kami ke depan," kata Reva.

Baca Juga: Bhayangkara FC vs PSIM Jogja, Paul Munster: Kita Tidak Bisa Remehkan Kekuatan Laskar Mataram


Di sisi lain, Bhayangkara FC justru mampu menunjukkan respons yang kuat setelah sempat tertinggal lebih dulu. Perubahan strategi di babak kedua menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir pertandingan.


Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari reaksi positif timnya setelah melakukan evaluasi dari laga sebelumnya.
"Hal terpenting adalah respons tim. Di babak kedua kami mengubah strategi dan itu membantu kami mendapatkan tiga poin," ujar Munster.


Ia juga menekankan, mentalitas tim dalam menghadapi situasi tertinggal menjadi faktor penting. Secara garis besar ia mengapresiasi kinerja dan kerja keras dari para pemainnya. 

Baca Juga: Ujian Berat PSIM Jogja di Lampung tanpa Beberapa Pemain Andalan, Bhayangkara FC Tak Mau Kehilangan Momentum


"Menurut saya para pemain tetap fokus dan mampu membalikkan keadaan, itu hal yang bagus," pujinya.


Salah satu pemain Bhayangkara Sho Yamamoto, mengakui pertandingan berjalan sulit. Terutama setelah timnya kebobolan lebih dulu. Namun kerja keras sepanjang laga membuat mereka mampu bangkit.


"Pertandingan yang sulit. Kami sempat kebobolan lebih dulu, tapi kami bisa bangkit dan akhirnya menang. Saya senang dengan hasil ini," ujar Sho. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Reva Adi Utama #Latiful Hidayat #Laskar Mataram #Sho Yamamoto #PSIM Jogja