SLEMAN - Kampanye PSS Sleman untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali dimulai.
Terdekat, Laskar Sembada dijadwalkan menjamu Persiku Kudus di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Senin (20/4/2026) sore.
Pada pekan ke-25 kompetisi Championship 2025/2026 itu, Super Elja diwajibkan meraih poin penuh.
Itu demi memuluskan langkahnya untuk bisa kembali promosi ke Super League musim depan.
Baca Juga: Demung di FIB UGM Dimaling, Pelaku Diduga Sama dengan Pencuri di ISI Surakarta dan ISI Yogyakarta
PSS tak boleh meraih hasil imbang ataupun kalah.
Sebab jika meraih hasil itu, anak-anak Bumi Sembada tidak bisa meraih tiket otomatis lolos ke Super League.
Mengingat di tiga laga sisa, Dominikus Dion dan kawan-kawan harus bisa menyapu bersih semua pertandingan.
Maka dari itu, kemenangan di laga melawan Persiku nanti menjadi harga mati bagi PSS.
Jika kalah atau imbang, posisi Super Elang Jawa di puncak klasemen terancam oleh Barito Putera FC yang bertengger di posisi kedua dan Persipura Jayapura yang menempati peringkat ketiga.
Baca Juga: Pemkab Bantul Berencana Mododifikasi 14 Alat Pengolahan Sampah di TPST Modalan
Oleh karena itu, saat ini Direktur Teknik PSS Pieter Huistra menekankan pentingnya pemulihan fisik, serta kesiapan mental usai melakoni pertandingan melawan Barito Putera FC di pekan sebelumnya yang dirasa sangat menguras energi dan emosi.
Dengan pengembalian kondisi, harapannya para pemain bisa bermain lebih solid agar dapat memenangkan pertandingan.
"Kami akan berada dalam kondisi mental yang baik untuk melawan Persiku," lontarnya, Jumat (17/4/2026).
Meski begitu Huistra mengaku tetap akan mewaspadai Persiku di putaran ketiga kali ini.
Sebab, menurutnya, saat ini tim berjuluk Macan Muria itu lebih berkembang dibandingkan pada dua putaran sebelumnya.
"Mereka (Persiku) memiliki pemain yang jauh lebih baik sekarang. Sehingga mereka menjadi tim yang lebih sulit dikalahkan," tegasnya.
Oleh karena itu, Huistra berharap para pemain melupakan hasil buruk di pertandingan sebelumnya.
Mengingat kemenangan menjadi harga mati saat melawan Persiku.
"Kami bermain di kandang dengan dukungan suporter. Kami punya kepercayaan diri," ujarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun