Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keunggulan Laga Kandang di Ujung Musim, PSS Sleman Tak Boleh Gagal Kejar Tiket Final

Fahmi Fahriza • Kamis, 16 April 2026 | 21:01 WIB
Direktur Teknik PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Dokumentasi PSS Sleman)
Direktur Teknik PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Dokumentasi PSS Sleman)

SLEMAN - Tekanan terhadap PSS Sleman semakin terasa jelang berakhirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Hasil kurang maksimal pada pekan ke-24 lalu saat melakoni laga tandang menghadapi Barito Putera membuat posisi Laskar Sembada di klasemen sementara cukup rawan, dengan jarak poin yang semakin menipis dari tim-tim pesaing di bawahnya.

Situasi itu membuat tiga pertandingan tersisa menjadi fase krusial yang akan menentukan arah perjalanan Super Elja musim ini.

Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat berharga dan tidak ada lagi ruang untuk kehilangan momentum.

Baca Juga: Yusaku Yamadera Menyesal Absen, PSIM Jogja Kehilangan Bek Kunci saat Hadapi Bhayangkara FC

Direktur Teknik PSS Sleman Pieter Huistra melihat timnya masih berada dalam posisi yang cukup menguntungkan.

 Ia menilai peluang untuk melangkah ke fase final tetap terbuka, mengingat PSS masih memegang kendali atas nasib sendiri tanpa harus bergantung pada hasil tim lain.

"Kami berjuang untuk poin penuh di tiga laga sisa. Tetap tenang dan percaya pada kualitas sendiri. Itu paling penting," katanya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kunci utama untuk menjaga peluang tersebut adalah dengan meraih hasil sempurna di seluruh laga tersisa.

Target sembilan poin dari tiga pertandingan dinilai sebagai satu-satunya skenario realistis agar PSS tetap berada dalam jalur persaingan menuju babak final.

Baca Juga: Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Uang Rp 21,4 M, Nany Widjaja Digugat Perusahaan Industrial Estate

"Kami harus menang tiga kali. Jadi kita masih memegang kendali untuk melaju ke final," imbuh Huistra.

Secara matematis, jadwal pertandingan PSS dinilai cukup menguntungkan.

 Dua dari tiga laga akan dimainkan di kandang sendiri, yakni saat menghadapi Persiku Kudus dan PSIS Semarang, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama tim.

Secara garis besar diakui dukungan lingkungan dan familiaritas lapangan diharapkan mampu dimaksimalkan untuk mendulang poin penuh.

"Kami punya dua laga kandang, dan itu selalu menjadi keuntungan. Selain itu, masih ada satu laga tandang dan kami harus tetap siap untuk itu," tegasnya.

Meski demikian, Huistra mengingatkan, catatan positif pada pertemuan sebelumnya tidak bisa dijadikan jaminan.

Baca Juga: Trah Sultan HB II Desak Pengembalian Hutan Jati, Belum Dikembalikan ke Keraton usai Peristiwa Geger Sepehi 1812

PSS diketahui pernah meraih hasil baik atas calon lawan di putaran pertama maupun kedua.

Namun ia menilai situasi di fase akhir kompetisi memiliki tekanan dan dinamika yang berbeda.

Ia menekankan, faktor mental, determinasi, serta konsistensi permainan akan menjadi penentu utama.

Para pemain dituntut menunjukkan komitmen penuh dan keinginan kuat untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan yang tersisa.

Baca Juga: Penyakit Meningitis Perlu Diwaspadai Pasca-Haji, Ada 70 Persen Jemaah Kategori Risiko Tinggi Berangkat Tahun Ini

Dengan kondisi klasemen yang semakin ketat dan tekanan yang terus meningkat, PSS kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya.

Tiga laga terakhir bukan hanya soal hasil, tetapi juga menjadi tolok ukur ketangguhan mental dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi krusial di penghujung musim.

"Tiga laga ini benar-benar berbeda. Yang terpenting para pemain bisa menunjukkan keinginan mereka untuk menang. Mereka harus sepenuhnya berjuang," pesan Huistra. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Pegadaian Championship 2025/2026 #PSS #PSS Slem #pieter huistra #Super Elja