Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Van Gastel Soroti Standar PSIM Jogja, Performa Kurang Ideal di Putaran Kedua Turut Jadi Alarm

Fahmi Fahriza • Minggu, 12 April 2026 | 20:33 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan, misinya bersama PSIM tidak berhenti pada sekadar menghindari degradasi.

Ia mendorong perubahan yang lebih mendasar, salah satunya menaikkan standar tim di tengah performa yang belum konsisten sepanjang musim.

Hingga pekan ke-27 kompetisi BRI Super League 2025/2026, PSIM tercatat telah mengoleksi 38 poin dan berada di peringkat ke-8 klasemen sementara.

Dengan tujuh laga tersisa menuju akhir musim di pekan ke-34, posisi ini memang relatif aman, namun belum sepenuhnya menjamin stabilitas performa tim.

Baca Juga: ASN Wajib Isi Rencana Kerja dan Rapat Online, Upaya Pengawasan dari Pemkot Jogja, Antisipasi WFH Dimanfaatkan untuk Liburan

Terlebih, tren PSIM di putaran kedua justru menunjukkan penurunan.

 Dalam 10 pertandingan terakhir, Laskar Mataram hanya meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan empat kekalahan.

Catatan yang memperlihatkan inkonsistensi di fase krusial kompetisi.

Situasi ini selaras dengan penilaian Van Gastel yang menilai proses peningkatan kualitas tim berjalan lebih lambat dari ekspektasinya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di DIY Diprediksi Terjadi hingga Mei, Waspadai Panas hingga Hujan Lebat

"Selain jangan sampai terdegradasi, saya juga ingin menaikkan standar semua pemain. Progressnya belum benar-benar sesuai harapan saya," katanya, Minggu (12/4/2026).

Ia menekankan, jika dielaborasi persoalan PSIM tidak semata soal hasil di lapangan, melainkan juga berkaitan dengan fondasi dan kultur klub yang perlu dibenahi secara menyeluruh.

"Prosesnya memang butuh waktu. Seperti yang saya bilang, klub ini 18 tahun di kasta kedua. Jadi menurut saya, selama 18 tahun itu mereka tertidur," tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa transformasi yang diinginkan pelatih asal Belanda itu tidak bisa dicapai secara instan.

Ia melihat adanya kebutuhan untuk membangun ulang standar profesionalisme dan konsistensi di dalam tim.

Meski demikian, Van Gastel tetap menegaskan target jangka pendek tim tidak berubah.

Baca Juga: Dilaporkan Hilang sejak Maret, Seorang Pria asal Jepara Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil di Condongcatur, Sleman, Diduga Keracunan Karbon Monoksida

Ia tidak memasang angka spesifik, tetapi ingin timnya menutup musim dengan posisi sebaik mungkin. 

"Tidak ada target poin. Satu-satunya tujuan saya ingin berakhir setinggi mungkin di klasemen akhir kompetisi," katanya.

Dengan sisa pertandingan yang ada, performa PSIM di fase akhir musim akan menjadi indikator penting apakah proses peningkatan standar yang dicanangkan Van Gastel mulai menunjukkan hasil.

Atau justru masih terhambat oleh persoalan konsistensi yang belum terselesaikan.

"Jika ada yang bilang posisi kami aman, menurut saya tidak begitu. Kami belum benar-benar aman dan tim harus bekerja keras," sebutnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#sim jogja #degradasi #PSIM #BRI Super League 2025/2026 #Jean Paul van Gastel