SLEMAN - Tekanan tinggi mulai menyelimuti skuad PSS Sleman seiring kompetisi yang memasuki fase krusial. Dengan menyisakan empat laga pamungkas, mentalitas pemain akan benar-benar diuji demi menggapai mimpi untuk bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Gelandang lincah PSS Riko Simanjuntak menyadari betul bahwa pada empat laga ke depan beban para pemain pasti akan lebih berat. Oleh karena itu, pemain berjuluk Si Kancil ini meminta para pemain agar bisa selalu kompak.
Baca Juga: Duel Lawan Barito Putera FC Jadi Partai Hidup Mati PSS Sleman
"Yang paling penting, kami di sini bukan sekadar tim, tapi kami bentuk kekeluargaan. Itu yang bikin kami solid di dalam maupun luar lapangan," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Bukan tanpa alasan Riko mengatakan hal ini. Sebab, jika melihat kedalaman skuad musim ini, PSS sendiri sebenarnya memiliki warna unik. Transisi dan kolaborasi antara pemain muda yang enerjik dengan barisan pemain berpengalaman menjadi fondasi kekuatan tersendiri bagi tim.
Maka dari itu, tidak adanya sekat antara pemain muda dan pemain senior di usia produktif, hingga barisan old crack yang kenyang pengalaman, menjaadi elemen yang harus melebur dalam satu visi. Yakni harus mengamankan poin di empat laga ke depan.
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Segera Terapkan WFH, Pergerakan Pegawai Diawasi Kerat lewat Sistem Aplikasi
Meski begitu, menurut Riko beban berat saat ini justru ada di pundak sang juru taktik. Sebab tugas seorang pemain adalah memastikan diri agar selalu siap kapan pun dibutuhkan untuk menjalankan skema yang diinginkan pelatih.
"Karena beliau (pelatih) yang harus menentukan komposisi setiap pertandingan melihat etos kerja pemain," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun