JOGJA - Perubahan peran yang dijalani Yusaku Yamadera di PSIM Jogja dalam musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar rotasi biasa. Pemain asal Jepang itu harus keluar dari zona nyamannya, dari sebelumnya berposisi bek tengah kini harus beradaptasi dengan tuntutan baru di posisi bek kiri.
Situasi itu memaksanya untuk menyesuaikan ulang soal bagaimana cara bermainnya, terutama dalam hal penempatan posisi di lapangan. Perubahan ini diakui Yusaku sebagai tantangan yang tidak sederhana.
"Sebelumnya saya bermain sebagai bek tengah, jadi lebih banyak di tengah. Sekarang harus lebih ke kiri, jadi ada yang harus diubah, termasuk aspek menyerang," ujar Yusaku, Minggu (5/4/2026).
Perbedaan peran itu membuatnya tidak hanya bergeser secara posisi, tetapi juga dalam membaca permainan. Jika sebelumnya fokus menjaga area sentral, kini ia dituntut lebih aktif mengisi sisi lapangan dan terlibat dalam transisi permainan tim saat menyerang dan bertahan.
Baca Juga: Peluang Promosi Kian Dekat, Pelatih Ansyari Lubis Ingin PSS Sleman Tetap Konsisten
Secara garis besar, arahan dari Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel pun disebut lebih menitikberatkan pada aspek positioning agar ia tidak kehilangan peran dalam struktur tim. "Pelatih memberi banyak instruksi, salah satunya soal posisi saya harus sedikit lebih maju," katanya.
Meski masih dalam tahap penyesuaian, Yusaku mulai menunjukkan perkembangan. Ia perlahan menemukan ritme permainan di posisi barunya, meski tuntutan berbeda terus mengiringi perannya di sisi kiri pertahanan PSIM.
Dengan sisa pertandingan musim ini, perubahan peran itu menjadi ujian sekaligus peluang baginya untuk membuktikan fleksibilitasnya di lini belakang. "Pada dasarnya saya siap ditempatkan di manapun. Saya akan menyesuaikan hal itu," lontarnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun