MUNGKID - Ratusan karateka dari berbagai daerah di Jawa Tengah ambil bagian dalam ajang Bambang Raya Karate Championship 2026 Kejuaraan Provinsi Karate Piala Ketua Umum Pengprov Forki Jawa Tengah. Digelar di GOR Paku Bumi, Kabupaten Magelang 4-5 April. Kejuaraan ini tak hanya menjadi panggung adu kemampuan, tetapi juga jalur seleksi menuju level nasional.
Ketua panitia Bambang Wirjawan menyebut, kejuaraan ini diikuti sekitar 688 atlet dari 29 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga kategori senior.
Baca Juga: WFH ASN DIY Masih Tunggu Putusan Pimpinan, Dimulai Jumat Pekan Besok untuk 50 Persen Pegawai: Eselon II dan III Tetap WFO
Dia mengatakan, kejuaraan ini bersifat berjenjang. "Para juara nantinya akan mewakili daerahnya untuk berlaga di kejuaraan nasional PB Forki yang direncanakan berlangsung Mei 2026," ujarnya saat pembukaan.
Dalam kejuaraan ini, dua nomor utama dipertandingkan. Yakni kata (jurus) baik perorangan maupun beregu, serta kumite (pertarungan). Seluruh kategori usia dilibatkan, mulai dari usia dini, pra pemula, pemula, kadet, U-21, hingga senior. Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi atlet karate di Jawa Tengah.
Baca Juga: Prediksi Skor West Ham vs Leeds United FA Cup Minggu 5 April 2026
Ketua Umum Pengprov Forki Jawa Tengah Bambang Raya Saputra menegaskan, kejuaraan ini tidak semata berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah komunikasi yang mempertemukan berbagai elemen dalam dunia karate, mulai dari atlet, pelatih, wasit, juri, pengurus, hingga keluarga atlet.
Selain mengejar prestasi, lanjut dia, kejuaraan ini juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan mempererat silaturahmi. "Apalagi kejuaraan ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga," bebernya.
Dia menambahkan, karate tidak hanya membentuk kemampuan teknik bela diri, tetapi juga karakter. Nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah karate, seperti disiplin, pengendalian diri, dan budi pekerti luhur, menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet.
Baca Juga: Doa Dari Warga Antar Pemakaman Praka Farizal, Warga Tumpah Ruah di TMP Giripeni
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menjaring atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat lebih tinggi. "Kejuaraan ini menjadi sarana penting untuk menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya bisa mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Menurut dia, olahraga memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga kebugaran fisik, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda. Dia pun berpesan kepada para atlet untuk menampilkan kemampuan terbaik serta menjunjung tinggi sportivitas. Begitu pula dengan wasit. (aya/eno)