JOGJA - Pemain PSIM Jogja Fahreza Sudin mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses adaptasi sejak bergabung bersama tim Laskar Mataram di kompetisi BRI Super League 2025/2026 ini. Pemain asal Ternate itu bahkan merasa cepat nyaman dengan lingkungan barunya di Jogja.
"Saya cocok-cocok saja dan langsung masuk sih. Soalnya banyak orang timur yang di sini juga. Orang Ternate yang kuliah di sini banyak juga, lalu orang Jogja ramah. Jadi saya cocok saja," ujar Fahreza, Senin (30/3/2026).Ia menegaskan, sama sekali tidak mengalami culture shock selama tinggal di Jogja. Lingkungan yang terbuka serta keberadaan komunitas dari daerah asalnya menjadi faktor penting dalam mempercepat adaptasi.
Baca Juga: Menuju Porda DIY XVIII 2027, KONI DIY Apresiasi Langkah Cepat Kulon Progo
"Tidak ada kendala sama sekali soal adaptasi, culture shock nggak ada sih," tambahnya.Selain faktor sosial, Fahreza juga menyoroti kemudahan beradaptasi dari sisi kuliner. Menurutnya, Jogja menyediakan beragam pilihan makanan, termasuk yang sesuai dengan lidahnya sebagai pemain asal Indonesia Timur."Soal makan saya bisa beradaptasi, banyak makanan di sini yang mereka jual, ada khas-khas timur juga di Jogja sini. Jadi aman," katanya.
Tak hanya itu, kebiasaan pribadinya di luar lapangan juga tetap bisa ia jalani di Jogja. Fahreza mengaku menikmati suasana kota yang memiliki banyak tempat nongkrong di berbagai penjuru tersebut.Dengan berbagai faktor itu, Fahreza merasa semakin nyaman menjalani kariernya bersama PSIM, baik di dalam maupun di luar lapangan. "Apalagi saya suka ngopi kan, di sini banyak sekali coffee shop. Jadi saya sangat menikmati semuanya di sini," ucapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun