Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Absennya Dion dan Injaï Jadi Masalah Kedalaman Skuad saat Lawan Kendal Tornado FC, Jehan Pahlevi Jadi Tandem Gustavo Tocantins di Stadion Sriwedari

Rizky Wahyu • Senin, 30 Maret 2026 | 20:45 WIB
MERAYAKAN GOL: Riko Simanjuntak dan Gustavo Tocantins saat selebrasi setelah membobol gawang Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam. (Foto: Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
MERAYAKAN GOL: Riko Simanjuntak dan Gustavo Tocantins saat selebrasi setelah membobol gawang Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29/3/2026) malam. (Foto: Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Ada pemandangan tak biasa dalam skema permainan PSS Sleman saat bersua Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (29/3/2026) malam. Super Elja yang selama ini identik dengan formasi 4-2-3-1 tiba-tiba tampil berbeda dengan mengusung formasi klasik 4-4-2.

​Perubahan paling mencolok terlihat di barisan depan. Jehan Pahlevi yang posisi aslinya seorang gelandang, dipaksa naik ke depan menjadi ujung tombak. Pemain muda pinjaman dari Persija Jakarta itu didapuk sebagai tandem Gustavo Tocantins untuk menggedor gawang Laskar Badai Pantura.

Pelatih PSS Ansyari Lubis mengatakan, perubahan formasi itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, keputusan untuk memasang dua striker sejak awal pertandingan merupakan hasil analisis mendalam terhadap gaya bertahan lawan.

Baca Juga: Dari Bertahan ke Menyerang, PSIM Jogja Mulai Lirik Papan Atas di Sisa Musim Kompetisi 

"Itu memang taktikal kami. Mereka (Kendal) pakai tiga bek, kalau kami pakai satu striker, kasihan striker kami," ungkapnya, Senin (30/3/2026).

Selain itu, lanjut Ansyari, alasan lain tim pelatih memasang formasi 4-4-2 karena absennya sejumlah pilar utama. Mengingat di laga pekan ke-22 itu, Laskar Sembada harus tampil pincang tanpa kehadiran Frédéric Injaï dan Dominikus Dion

Diakui Ansyari, absennya dua pemain itu sangat berpengaruh terhadap kedalaman skuad-nya. Sehingga di laga melawan Kendal Tornado FC tim pelatih harus memutar otak lebih keras untuk menentukan formasi yang pas. "Memang tanpa kehadiran Injaï dan Dion berpengaruh buat kami," tegasnya.

Meski demikian pelatih yang akrab disapa Uwak ini mengaku tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Sebab, pemain lain yang menjadi pengganti Dion dan Injaï mampu menjalankan instruksi dengan apik. "Saya lihat Kim Jeffrey dan Figo Dennis bisa menjalankan peran itu dengan sangat baik," lontarnya.

Baca Juga: Setelah Tiga Tahun Putus Sekolah demi Merawat Ortu, Fendi Kembali Belajar di MI; Dijemput Teman-temannya, Kepsek Diminta Bebaskan Semua Biaya

Oleh karena itu, ia berharap fleksibilitas taktik itu menjadi modal berharga bagi timnya untuk menatap sisa kompetisi ke depam. Apalagi, persaingan internal di PSS kini semakin kompetitif.

Setiap pemain dituntut untuk selalu siap diturunkan dalam kondisi dan skema apa pun. "Walau kehilangan pemain, kami punya komposisi pemain pengganti yang sering di start," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Laskar Badai Pantura #Frederic Injai #PSS #stadion sriwedari #kim jeffrey #PSS Sleman #Gustavo Tocantins #Dominikus Dion #Super Elja #jehan pahlevi #figo dennis