JOGJA - PSIM Jogja memasuki fase krusial dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026. Setelah melewati 25 pertandingan, Laskar Mataram kini menyisakan sembilan laga terakhir yang akan sangat menentukan posisi akhir di klasemen.
Dalam situasi ini, para pemain menunjukkan optimisme tinggi untuk menutup musim dengan hasil maksimal. Bek andalan PSIM Franco Ramos Mingo menilai performa tim, khususnya lini pertahanan, terus menunjukkan perkembangan positif.
Ia juga mengaku berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima untuk menghadapi tantangan di sisa kompetisi. "Saya merasa sangat baik. Tetapi bagi kami para pemain bertahan, saya pikir hal terpenting adalah bertahan terlebih dahulu, untuk bisa menjaga kebobolan sesedikit mungkin," ujar Franco, Senin (30/3/2026).
Sebagai pemain belakang, Franco menegaskan, prioritas utamanya tetap menjaga soliditas lini pertahanan. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk turut berkontribusi dalam mencetak gol apabila mendapat kesempatan.
"Setiap kali saya bisa membantu tim dengan gol, itu terasa sangat menyenangkan. Bersama PSIM, kami punya tujuan jelas di awal musim yaitu untuk bertahan," ungkapnya.
Lebih lanjut pemain asal Argentina ini menekankan, target utama PSIM sejak awal musim adalah bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Oleh karena itu, fokus utama tim saat ini adalah memastikan posisi aman di klasemen sebelum berbicara lebih jauh mengenai ambisi lain.
Meski optimisme mulai tumbuh, Franco mengingatkan, perjuangan belum selesai. Ia menilai rasa aman baru benar-benar bisa dirasakan ketika posisi tim sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh zona degradasi di akhir musim.
"Saya pikir kami memiliki target objektif sebagai sebagai tim. Jadi setelah kami mencapai target itu, saya pikir kami akan baik-baik saja, kami akan merasa bahagia," tambahnya.
Baca Juga: Bupati Sleman Harda Kiswaya Pastikan Tidak Akan Terapkan WFH bagi ASN
Senada dengan Franco, gelandang PSIM Donny Warmerdam juga menunjukkan ambisi besar di sisa musim ini. Ia menegaskan timnya ingin meraih kemenangan sebanyak mungkin dalam sembilan laga tersisa, bahkan membuka peluang merangsek ke papan atas klasemen.
"Tersisa sembilan laga dan kami ingin merangsek ke papan atas. Saya tahu itu bukan target di awal musim, tapi kami akan mencoba lebih dari yang sekarang," ulasnya.
Namun, Donny juga menyadari langkah itu tidak akan mudah. Persaingan di papan atas dinilainya sangat ketat, terlebih dengan adanya tim-tim besar yang menjadi lawan di sisa pertandingan.
"Saya pikir semua tim yang berada di papan atas adalah lawan yang berat. Lima tim teratas yang paling sulit. Bisa saya katakan, seperti Persib dan Persija adalah tim terbaik di sini," jelas Donny.
Meski demikian, ia justru mengaku antusias menghadapi laga-laga besar tersebut. Bermain di stadion besar dengan atmosfer pertandingan yang tinggi menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan tim.
Baca Juga: 479 Atlet Sleman Dilepas untuk Ikuti Popda DIJ 2026
Dengan sembilan laga tersisa, PSIM kini berada di persimpangan penting. Memastikan keselamatan lebih dulu, atau sekaligus menciptakan kejutan dengan menembus papan atas klasemen di akhir musim.
"Itu pertandingan yang indah di stadion besar. Saya menantikan setiap pertandingan berikutnya. Jadi, kami bisa menang sebanyak mungkin dan saya sangat menantikannya," tuturnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun