Austin, Texas – Harapan podium Veda Ega Pratama di Moto3 GP Amerika Serikat 2026 pupus seketika.
Pembalap muda Indonesia asal Gunungkidul, DIY ini mengalami highside keras di Circuit of the Americas (COTA), Austin, sehingga gagal finis (DNF) pada balapan yang berlangsung Minggu (29/3/2026) malam WIB.
Veda, yang membela Honda Team Asia, tampil impresif sejak awal. Ia sukses start dari posisi ke-4 grid setelah menunjukkan performa konsisten di sesi latihan dan kualifikasi.
Momentum positif dari podium ketiga di Moto3 Brasil serta finis kelima di Thailand membuatnya menjadi salah satu rider yang diunggulkan untuk merebut poin besar di COTA.
Namun, nasib berkata lain. Pada lap ke-5 (beberapa sumber menyebut lap ke-4), saat berada di posisi kompetitif sekitar P6, Veda mengalami selip ban depan yang berujung highside hebat di Tikungan 11 (beberapa laporan menyebut Turn 2 atau area keluar tikungan).
Baca Juga: Kota Jogja Torehkan PAD Rp 1 Triliun, Hasto Wardoyo Pastikan Program Kemanusiaan Dilanjutkan
Motornya melintang dan terjatuh keras, sehingga Veda tak mampu melanjutkan balapan.
Insiden tersebut juga melibatkan rider LevelUp KTM, Joel Esteban.
Motor Veda yang melintang ditabrak Esteban dari belakang, menyebabkan keduanya crash.
Untungnya, kedua pembalap dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera serius.
Pebalap lain berhasil menghindari tabrakan massal.
"Start bagus, tapi ban depan tiba-tiba kehilangan grip. Highside-nya cukup keras," ungkap sumber di sekitar paddock MotoGP.
Baca Juga: Disdikbud Kota Magelang Larang Halalbihalal di Hari Pertama Sekolah, Pembelajaran Wajib Full
Veda sempat terlihat berjalan kembali ke pit dengan kondisi baik, meski jelas kecewa dengan hasil DNF ini.
Performa Veda Ega Pratama di Awal Musim 2026
Sebelum GP USA, Veda Ega Pratama berada di peringkat ke-3 klasemen sementara Moto3 2026 dengan 27 poin.
Debutnya di kelas Grand Prix bersama Honda Team Asia langsung mencuri perhatian:
Thailand: Finis P5
Brasil: Podium P3 (sejarah bagi pembalap Indonesia di Moto3)
Kecelakaan di Austin menjadi pukulan bagi rider berusia 17 tahun ini yang dikenal agresif dan cepat beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW.
Baca Juga: Rumah Warga Pleret Terbakar Diduga karena Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Capai Rp 50 Juta
Circuit of the Americas dikenal sebagai trek teknis dengan banyak tikungan cepat dan elevation change yang menuntut grip ban optimal.
Beberapa rider lain juga melaporkan isu grip ban di sesi race, meski kondisi cuaca relatif cerah.
Manajemen Honda Team Asia belum memberikan pernyataan resmi pasca-insiden.
Namun, tim dipastikan akan menganalisis data telemetri untuk mencegah hal serupa di seri mendatang.
Bagi pecinta balap Indonesia, insiden ini menjadi pelajaran berharga.
Veda tetap menjadi harapan besar Tanah Air di kancah internasional.
Dengan usia muda dan talenta yang mumpuni, peluang rebound di race berikutnya sangat terbuka.
Update terkini: Veda Ega Pratama dipastikan dalam kondisi sehat.
Tim medis MotoGP telah memeriksanya dan menyatakan tidak ada cedera.
Fokus kini bergeser ke persiapan seri Moto3 selanjutnya.
Artikel ini dihimpun dari berbagai sumber resmi MotoGP dan laporan langsung dari Circuit of the Americas. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin