Melalui pertimbangan mendalam dan kajian teknis yang komprehensif, induk organisasi cabang olahraga di DIY menyatakan Yogyakarta belum dapat menerima tawaran kerja sama tersebut.
Keputusan itu diambil setelah jajaran pengurus KONI DIY bersama pihak terkait melakukan evaluasi matang.
Terkait kesiapan infrastruktur, proyeksi anggaran, serta skala prioritas pengembangan olahraga di DIY dalam beberapa tahun ke depan.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI DIJ KMT A. Tirtodiprojo menjelaskan, keputusan untuk tidak mengambil bagian dalam bursa tuan rumah PON XXIII 2023 bukan berarti DIY menutup diri dari agenda olahraga nasional.
Hal ini murni didasarkan pada hasil kajian yang lebih objektif.
"Setelah kami pertimbangkan dan melakukan kajian secara seksama, kami sampaikan bahwa DIY memutuskan belum dapat menerima tawaran dari Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah bersama pada PON XXIII tahun 2032," ucapnya, Minggu (29/3).
Tak hanya itu, menurut pria yang akrab disapa Joko Tirtono ini, menjadi tuan rumah ajang sebesar PON itu pasti memerlukan persiapan yang luar biasa kompleks.
Terutama terkait standarisasi venue pertandingan dan dukungan logistik yang masif.
Meski DIY memiliki fasilitas olaharaga yang mumpuni, namun hal tersebut belum sepenuhnya cukup.
"Untuk saat ini, DIY memilih untuk tetap fokus pada pembinaan atlet dan optimalisasi fasilitas yang ada guna meningkatkan prestasi di ajang-ajang mendatang," tegasnya. (ayu)
Editor : Bahana.