JOGJA - Pembalap asal Bumi Handayani Veda Ega Pratama tercatat sebagai orang pertama Indonesia yang naik podium di gelaran balap motor Moto3.
Setelah sang Walang Salipan Gunungkidul itu meraih podium ketiga pada balapan yang berlangsung di Autódromo Internacional Ayrton Senna Brasil, Minggu (22/3).
Kebahagiaan mendalam pun dirasakan oleh sang ayah, Sudarmono.
“Alhamdulillah sangat bangga. Benar-benar tidak menyangka bisa podium ketiga, karena target tahun ini sebenarnya hanya untuk belajar,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Senin (23/3).
Sudarmono menyampaikan, balapan yang melibatkan putranya berlangsung dramatis. Menurutnya Veda sempat kesulitan untuk menuju garis terdepan di sepanjang awal balapan. Bahkan sempat turun ke posisi ke-10 di lap ke-12. Meski start di posisi keempat.
Namun takdir berkata lain, Veda pintar mengendalikan tunggangnya untuk menyalip pembalap lain pasca drama red flag.
Sisa lima lap setelah penghentian sementara balapan dimanfaatkan joki Honda NSF250RW itu untuk meraih podium tiga dari urutan kesepuluh lewat aksi yang sangat luar biasa.
Sudarmono pun mengaku sempat berteriak kegirangan pascatahu anaknya berhasil meraih gelar juara. Bahkan juga keheranan karena sebagai mantan pembalap dia paham betul bagaimana kondisi di lintasan.
Lantaran dengan sisa lima lap, seharusnya seorang pembalap harus bisa menyalip setidaknya satu sampai dua pembalap lain dalam satu kali putaran. “Tapi ternyata Veda bisa, dalam waktu lima lap bisa langsung ke posisi tiga. Itu luar biasa,” katanya.
Baca Juga: 2.578 Guru di Kulon Progo Bakal Terima Kenaikan TPG hingga Tamsil dari Pemerintah Pusat
Alih-alih memberikan tekanan berlebih, Sudarmono menyatakan bahwa saat putranya menjalani kompetisi di Brasil dia lebih banyak memberikan candaan. Supaya mental anaknya lebih santai ketika balapan.
Dia juga mengungkapkan, sebelum insiden red flag Veda sempat berkomunikasi dengannya mengenai strategi menghemat ban untuk bertarung di lap-lap akhir.
Strategi tersebut rupanya berhasil diterapkan dengan sangat baik saat balapan dimulai kembali.
Mantan pembalap sepeda motor nasional kelas Supersport 600 itu juga menyatakan, dirinya memang tidak memilih untuk memberi instruksi teknis yang berat.
Sudarmono lebih fokus menjaga mental dan suasana hati anaknya agar tetap tenang sebelum balapan.
Dia menyebut , jika diberi terlalu banyak tekanan, nanti dia panik. Biasanya dia hanya mencairkan suasana dengan bercanda. "Pesan saya cuma satu, fokus. Selebihnya saya kasih semangat,” tandasnya. (inu/pra)