Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Juara Piala Afrika Senegal Dicabut, Maroko Ditunjuk Sebagai Juara Baru

Satria Putra Sejati • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:22 WIB

Senegal juara Piala Afrika setelah kalahkan Maroko 1-0 meskipun sempat melakukan walkout
Senegal juara Piala Afrika setelah kalahkan Maroko 1-0 meskipun sempat melakukan walkout

RADAR JOGJA - Maroko secara mengejutkan dianugerahi gelar Piala Afrika (AFCON) pada Selasa waktu setempat oleh dewan banding yang membatalkan kemenangan Senegal dalam final yang ricuh pada Januari lalu.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan bahwa dewan banding memutuskan Senegal 'dinyatakan telah mengundurkan diri dari final' dan kemenangan 1-0 pada babak perpanjangan waktu berubah menjadi kemenangan 3-0 secara walkover bagi Maroko.

Dalam final pada 19 Januari di Rabat, para pemain Senegal, dipimpin oleh pelatih Pape Thiaw, meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes selama 15 menit pada masa tambahan waktu ketika Maroko diberikan tendangan penalti yang akan menentukan hasil pertandingan.

Ketika pertandingan dilanjutkan, tendangan penalti penyerang Maroko Brahim Diaz diselamatkan oleh kiper Edouard Mendy, dan Senegal mencetak gol tunggal pada babak perpanjangan waktu.

Ketegangan di stadion sudah meningkat karena Senegal ditolak golnya beberapa menit sebelum penalti diberikan kepada Maroko.

Pada menit kedua waktu tambahan, gol yang tampaknya membawa Senegal unggul dianulir karena pelanggaran oleh Abdoulaye Seck, namun tayangan ulang menunjukkan kontak yang minim terhadap bek Maroko, Achraf Hakimi.

Pada sidang disiplin awal, CAF menjatuhkan denda lebih dari $1 juta dan larangan bagi pemain serta ofisial Senegal dan Maroko, namun hasil pertandingan tetap tidak diubah.

 

Dalam sebuah pernyataan, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) mengatakan 'pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang performa olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi.'

“Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati aturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetisi, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi-kompetisi Afrika,” tambahnya.

“Federasi juga ingin memberikan apresiasi kepada semua negara yang berpartisipasi dalam edisi AFCON kali ini, yang telah menjadi momen penting bagi sepak bola Afrika.”

Baca Juga: PSG Paksa Chelsea Telan Kekalahan Terbesar Kedua Dalam Sejarah Liga Champions

Kasus ini diajukan banding lebih lanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Lausanne, Swiss.

CAF mengutip Pasal 82 peraturan turnamen guna membenarkan putusan yang diberlakukan pada banding, meskipun tidak pada sidang pertama.

“Jika, dengan alasan apa pun, sebuah tim mengundurkan diri dari kompetisi atau tidak hadir dalam pertandingan, atau menolak bermain, atau meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir sesuai jadwal tanpa izin wasit, tim tersebut akan dianggap kalah dan akan didiskualifikasi secara permanen dari kompetisi saat ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Keputusan pada hari Selasa tersebut memberikan Maroko gelar Afrika pertamanya sejak 1976 dan menggagalkan Senegal meraih gelar keduanya, serta gelar kedua dalam tiga edisi setelah juga mengangkat trofi pada 2021.

Setiap banding yang diajukan Senegal ke CAS, biasanya akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk mencapai keputusan, jauh setelah kedua tim bertanding di Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Senegal tergabung dalam grup bersama Prancis, Norwegia, dan pemenang babak playoff bulan ini, yang kemungkinan besar adalah Irak. Pertandingan melawan Prancis dan Norwegia akan digelar di MetLife Stadium dekat New York.

Maroko tergabung dalam grup bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti, dengan pertandingan pembuka juga di MetLife melawan Brasil.

Di bawah asuhan pelatih Walid Regragui pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal.

Regragui mundur dari jabatannya dua minggu lalu setelah mendapat kritik tajam karena gagal memenangkan gelar AFCON, dengan mengatakan, “Tim ini membutuhkan angin segar sebelum Piala Dunia.”

Maroko kini akan berangkat ke AS sebagai juara Afrika.

Editor : Satria Putra Sejati
#piala afrika #cas #AFCON #maroko #CAF #senegal