SLEMAN - Maguwoharjo International Stadium (MagIS) selama ini memang dikenal memiliki atmosfer sangar. Namun, nampaknya sihir dari stadion kebanggaan masyarakat Sleman ini punya selera yang pilih-pilih.
Alih-alih memberikan keberuntungan bagi siapa saja yang merumput di sana, tuah MagIS disinyalir hanya memihak kepada sang pemilik aslinya, PSS Sleman.
Bagi tim pendatang atau tim musafir yang mencoba mengais rezeki dengan bermarkas di MagIS, justru sering kali berubah menjadi kuburan yang hampa.
Masih segar dalam ingatan, bagaimana nasib naas menimpa RANS Nusantara FC pada akhir musim 2023/2024 lalu. Berstatus sebagai tim musafir yang menumpang di MagIS, klub milik pesohor Raffi Ahmad itu justru harus menelan pil pahit.
Bukannya meroket, performa mereka malah merosot tajam hingga akhirnya terpaksa turun kasta dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kini, di musim 2025/2026, bayang-bayang kelam serupa nampaknya mulai menghantui PSBS Biak. Tim asal Papua ini pun juga tengah dalam kondisi ketar-ketir. Tercatat, hingga memasuki pekan ke-25, MagIS seolah enggan bersahabat dengan tim berjuluk Badai Pasifik itu.
Data statistik menunjukkan rapor merah bagi PSBS saat bermain di rumah pinjaman mereka. Dari 15 laga kandang yang sudah dilakoni di Sleman, tim besutan Marian Mihail ini hanya mampu mengamankan dua kali kemenangan saja. Selebihnya poin-poin krusial justru terbang dibawa tim tamu.
Akan tetapi, pemandangan ini berbanding terbalik 180 derajat jika melihat performa sang empunya rumah, PSS Sleman. Meskipun saat ini Laskar Sembada tengah berjuang di kompetisi Championship atau Liga 2, MagIS tetaplah menjadi benteng yang tak tertembus bagi mereka.
Sebab hingga pekan ke-21 ini, Dominikus Dion dan kawan-kawan tak pernah terkalahkan dari 11 laga kandang yang dijalani.
Menanggapi hal itu, Pelatih PSBS Biak Marian Mihail mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Sebab, baginya hal itu bukan menjadi masalah utama di dalam timnya saat ini.
Mihail mengaku walaupun saat ini PSBS bermain di kandang maupun tandang, hal itu tetap hampir sama rasanya karena timnya memiliki suporter yang hebat.
Tapi masalahnya adalah mentalitas tim PSBS sendiri yang masih kurang. "Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Namun sayangnya kami hampir tidak bisa berlatih maksimal setiap harinya. Jadi, ini masalah latihan dan persiapan," katanya, Selasa (10/3/2026).
Oalah karena itu, di sisa 10 pertandingan terakhir ini, Mihail mengaku akan melakukan evaluasi total terhadap timnya, terutama di lini pertahanan. Sebab, mantan pelatih PSS ini menilai PSBS merupakan tim yang memiliki pertahanan buruk di Super League musim ini.
"Saya berharap dalam empat minggu ke depan kami bisa menyelesaikan masalah pertahanan ini. Karena jika masalah pertahanan selesai, lini serang kami pasti akan bisa mencetak gol," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun