Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Takluk 1-3 dari Crystal Palace, Tottenham Hotspur Selangkah Lebih Dekat Terdegradasi

Satria Putra Sejati • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:27 WIB

Micky van de Ven diganjar kartu merah dalam kekalahan 1-3 Tottenham Hotspur atas Crystal Palace
Micky van de Ven diganjar kartu merah dalam kekalahan 1-3 Tottenham Hotspur atas Crystal Palace

RADAR JOGJA - Harapan Tottenham Hotspur untuk bertahan di kasta tertinggi memburuk setelah kekalahan kandang 3-1 dari Crystal Palace menyusul kartu merah yang diterima Micky van de Ven.

Spurs memulai malam itu hanya satu poin di luar tiga terbawah klasemen Premier League setelah West Ham menang melawan Fulham yang membuat degradasi menjadi kemungkinan serius bagi klub London utara tersebut.

Ketika gol Ismaila Sarr dianulir karena offside dan diikuti lima menit kemudian oleh gol pembuka Dominic Solanke pada menit ke-34, keberuntungan Tottenham tampaknya akan berbalik.

Namun, kartu merah yang tak dapat dijelaskan untuk Van de Ven karena menarik Sarr secara terang-terangan di dalam kotak penalti membuat kapten the Lilywhites itu diusir dari lapangan.

Sarr mencetak gol dari titik penalti dan mencetak gol lagi di akhir babak pertama yang kacau di antara upaya rendah Jorgen Strand Larsen.

Igor Tudor menyaksikan Spurs bangkit di babak kedua dan tidak kebobolan lagi, tetapi kekalahan kelima berturut-turut ini akan membuat pelatih asal Kroasia itu menghadapi tanda tanya serius tentang apakah dia orang yang tepat untuk membimbing klub yang berada di peringkat ke-16 itu keluar dari zona degradasi.

Tudor kembali mengambil risiko saat menjamu Palace dengan mencadangkan pemain-pemain mahal seperti Conor Gallagher dan Xavi Simons, tetapi hal itu gagal memberikan efek yang diinginkan karena Guglielmo Vicario terpaksa menggagalkan peluang Adam Wharton dalam waktu 60 detik.

Souza, yang melakukan debut penuhnya untuk Spurs, mendapat kartu kuning setelah tujuh menit karena tekel buruk terhadap Daniel Munoz, yang kemudian pincang keluar lapangan.

Mathys Tel memberi para penggemar tuan rumah sesuatu untuk disorakki dengan tendangan cepat pada menit ke-15.

Namun, itu bukanlah katalis bagi tim Tudor untuk mendapatkan pijakan dalam pertandingan, dan sebaliknya Palace berhasil mencetak gol tepat sebelum menit ke-60.

Sarr berlari mengejar umpan terobosan Evann Guessand dan menyelesaikan peluang dengan baik melewati Guglielmo Vicario, tetapi pemeriksaan VAR yang panjang memutuskan bahwa penyerang Palace itu berada dalam posisi offside.

Sorak sorai meriah menyambut keputusan tersebut dan beberapa saat kemudian Tottenham tampaknya telah membalikkan keadaan ketika Solanke memecah kebuntuan.

Tendangan Tel yang dibelokkan menghasilkan tendangan sudut dan Gray dengan brilian berputar melewati Wharton sebelum ia memberikan umpan kepada Solanke untuk mencetak gol pembuka pada menit ke-34.

Empat menit kemudian dan momentum Spurs lenyap ketika Van de Ven menarik Sarr hingga menyebabkan penalti.

Wasit Andrew Madley segera mengeluarkan kartu merah dan setelah Sarr mengecoh Vicario untuk mencetak gol dari titik penalti, Tottenham dihadapkan pada tugas berat.

Tudor memasukkan Gallagher dan Yves Bissouma, tetapi Spurs yang terkejut kebobolan dua kali di waktu tambahan babak pertama.

Wharton menjadi kreator utama untuk kedua gol tersebut, pertama-tama memberikan umpan terobosan kepada Strand Larsen, yang melepaskan tembakan keras melewati Vicario setelah ia lolos dari Palhinha sebelum Sarr mencetak gol keduanya.

Sekali lagi, umpan lambung Wharton mengejutkan pertahanan Tottenham yang statis dan Sarr menyarangkan bola ke gawang setelah Pedro Porro terlihat bodoh karena berdiri diam dengan tangan terangkat.

Sorakan keras menyambut jeda babak pertama, tetapi 10 pemain Spurs bangkit kembali dengan Kevin Danso yang digagalkan oleh Dean Henderson sebelum upaya Gray diblokir.

Brennan Johnson dimasukkan melawan klub lamanya dan disambut tepuk tangan hangat sebelum Solanke menguji Henderson dengan tembakan rendah.

Richarlison dan Xavi masuk ke lapangan dengan 16 menit tersisa, tetapi Tottenham mencetak rekor klub baru di Liga dengan 11 pertandingan tanpa kemenangan.

Editor : Satria Putra Sejati
#ismaila sarr #crystal palace #premier league #dominic solanke #tottenham hotspur #Jorgen Strand Larsen