JOGJA- PSIM Jogja secara resmi sudah menjalani pertandingan pertamanya malam hari di kandang, yakni Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026 ini. Pertandingan pertama itu digelar pada Senin, (23/2/2026) melawan Bali United.
Selain lux lampu yang ada di area dalam stadion untuk menerangi lapangan, Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM turut menambah puluhan titik lampu di area luar dan sekitar SSA. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan suporter, khususnya di area luar stadion dan area parkir.
Ketua Panpel PSIM Wendy Umar menyebutkan, tambahan penerangan menjadi salah satu fokus utama karena pertandingan selama bulan Ramadan ini akan digelar malam hari, dengan kick-off pukul 20.30.
"Dari manajemen menambah sekitar 20 titik lampu di setiap gate, baik di tribun barat, utara, selatan dan timur. Sementara dari pihak pengelola parkir juga menambah titik lampu di area parkir, sehingga totalnya ada lebih dari 30 titik," ujar Wendy, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, penerangan di luar stadion ini menjadi perhatian serius. Terutama saat fase kepulangan suporter dan keluarnya mereka dari area stadion.
"Yang jadi prioritas itu after match-nya. Jangan sampai ketika lampu utama stadion yang empat tiang itu diturunkan, area luar stadion jadi gelap. Itu yang kami antisipasi agar kepulangan suporter tetap kondusif dan terpantau," tegasnya.
Wendy juga menjelaskan, sistem lampu tambahan itu bersifat knock down atau bongkar-pasang. Pemasangan akan dilakukan setiap H-1 pertandingan dan diuji coba sebelum laga dimulai.
"Untuk menjaga keamanan dan inventarisasi aset manajemen, sistemnya memang bongkar pasang. H-1 kita pasang, kita uji coba, setelah pertandingan selesai kita lepas kembali untuk digunakan di laga berikutnya," jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan seusai pertandingan untuk menilai apakah jumlah titik lampu sudah memadai atau masih perlu penambahan lagi.
"Sejauh ini aman. Tapi kalau nanti dirasa masih ada area yang kurang terang, di pertandingan berikutnya akan kita tambah lagi. Semua akan kita evaluasi bersama pihak kepolisian dan stakeholder terkait," katanya.
Di sisi lain, salah seorang penonton PSIM yang turut hadir di stadion Senin lalu, Dimas Pratama menyambut positif langkah panpel dan manajamen itu. Menurutnya, penerangan di area luar stadion memang menjadi faktor penting dalam laga malam.
"Kalau malam itu yang riskan memang pas pulangnya. Biasanya kan ramai dan berdesakan. Kalau penerangannya cukup, suporter juga merasa lebih aman," ujar Dimas.
Ia berharap penambahan lampu bisa membuat suasana tetap nyaman, apalagi pertandingan digelar pada bulan Ramadan. "Semoga makin tertib dan nggak ada kejadian yang merugikan tim. Saya sendiri apresiasi yang sudah dilakukan manajemen ini," tambahnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun