RADAR JOGJA - CEO Manchester United, Omar Berrada mengatakan bahwa langkah-langkah pemangkasan biaya yang ekstensif mulai membuahkan hasil seiring dengan dirilisnya hasil keuangan terbaru klub.
Setan Merah telah melakukan lebih dari 250 pemutusan hubungan kerja sejak Sir Jim Ratcliffe membeli saham minoritas pada Februari 2024.
Klub juga telah berupaya menurunkan tagihan gaji, termasuk gaji pemain tim utama pria.
Pada hari Rabu waktu setempat, Manchester United mengumumkan laba operasional sebesar 44 juta dolar dalam hasil keuangan kuartal kedua dibandingkan dengan kerugian 5,3 juta dolar pada periode yang sama tahun lalu.
"Kami sekarang melihat dampak keuangan positif dari transformasi di luar lapangan kami terwujud baik dalam biaya maupun profitabilitas kami," kata Berrada.
"Kami terus mengambil pendekatan yang mengutamakan sepak bola dan berinvestasi di tim utama putra dan putri kami," imbuhnya.
Di lapangan, Manchester United berada di posisi keempat di Liga Primer dan Manchester United Womens berada di posisi kedua di Liga Super Wanita, serta mencapai final Piala Liga dan perempat final Liga Champions Wanita UEFA.
"Hasil ini menunjukkan kekuatan mendasar bisnis kami saat kami terus berupaya untuk mendapatkan hasil sepak bola terbaik bagi tim putra dan putri kami," jelasnya.
Total biaya operasional untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember turun 30,4 juta dolar menjadi 235,1 juta dolar, penurunan sebesar 11,5%.
Manchester United juga mengatakan biaya tunjangan karyawan untuk kuartal tersebut telah turun 10 juta dolar menjadi 101,6 juta juta dolar.
"Karena dampak program pengurangan jumlah karyawan yang diterapkan selama tahun sebelumnya," tegasnya.
Klub menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut berarti "mematuhi Peraturan Keuntungan dan Keberlanjutan Premier League serta Peraturan Financial Fair Play UEFA" menjelang jendela transfer penting lainnya di musim panas.
Editor : Satria Putra Sejati