RADAR JOGJA - Marseille berupaya membangkitkan kembali musim penuh lika-liku dengan mengumumkan pelatih baru, Habib Beye.
Juara Prancis sembilan kali itu menunjuk Beye untuk menggantikan Roberto De Zerbi setelah performa buruk yang membuat klub tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal 12 poin dari pemimpin Ligue 1, Lens.
Beye, mantan pemain internasional Senegal yang pernah bermain untuk Marseille, akan memimpin pertandingan tandang ke Brest pada Sabtu (21/2) dini hari.
Setelah membawa Red Star promosi ke Ligue 2, Beye menghabiskan satu setengah tahun terakhir sebagai pelatih Rennes. Klub tersebut memecat Beye bulan ini.
Marseille gagal memenangkan tiga pertandingan liga terakhir, yang sangat merusak harapan untuk meraih gelar.
Hasil tersebut, termasuk kekalahan telak 5-0 di Paris Saint Germain, membuat para penggemar marah.
Klub berharap Beye, seorang pelatih yang disiplin dan menganjurkan penguasaan bola serta identitas menyerang yang kuat, akan memberikan perubahan positif.
"Pengangkatan Beye 'memfokuskan kembali kita pada tantangan yang masih perlu kita atasi antara sekarang dan akhir musim'," kata pemilik Marseille, Frank McCourt.
Sejak McCourt membeli Marseille pada tahun 2016, mantan tim raksasa ini gagal menemukan stabilitas dalam serangkaian pelatih dan krisis. Mereka belum memenangkan gelar liga sejak 2010.
Musim Marseille yang kacau mengalami perubahan lain ketika direktur olahraga Medhi Benatia kembali ke klub dua hari setelah mengundurkan diri.
Ia mengundurkan diri pada akhir pekan, hanya beberapa hari setelah kepergian De Zerbi. Namun, dalam sebuah pernyataan, McCourt mengatakan Benatia telah setuju untuk kembali hingga akhir musim untuk mengawasi semua kegiatan olahraga.
Benatia menyambut baik pengangkatan Beye.
"Pilihan Habib Beye sebagai pelatih baru OM sepenuhnya sejalan dengan keinginan kami untuk merekrut pelatih dengan keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin tim yang jelas perlu dimotivasi kembali setelah periode sulit di lapangan," kata Benatia dalam sebuah pernyataan.
"Sejak diskusi pertama kami, dia tampak sangat berkomitmen dan sepenuhnya fokus pada masa depan, dengan tujuan yang jelas untuk semua orang: untuk segera kembali ke jalur kemenangan, mengincar tempat di podium Ligue 1 dan mencoba memenangkan Coupe de France untuk memberikan trofi kepada warga Marseille," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati