RADAR JOGJA - Runner up Liga Champions, Inter menjadi tim papan atas terbaru yang mengalami kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt di Liga Champions, kalah 3-1 di laga tandang pada leg pertama playoff pada Kamis (19/2) dini hari.
Tim underdog asal Norwegia ini telah menjadi kisah kejutan di kompetisi musim ini setelah mengalahkan Manchester City di kandang dan Atletico Madrid di laga tandang untuk lolos ke playoff.
Klub ini berlokasi di utara Lingkaran Arktik, yang lebih utara daripada tim mana pun dalam sejarah Liga Champions.
Pemimpin Serie A, Inter, berupaya meraih kemenangan ketujuh berturut-turut di semua kompetisi, tetapi tertinggal pada menit ke-20 ketika gelandang Sondre Brunstad Fet mencetak gol dengan penyelesaian yang apik.
Meskipun Pio Esposito menyamakan kedudukan dengan penyelesaian oportunis 10 menit kemudian, tim tuan rumah mengalahkan Inter dengan dua gol beruntun di babak kedua.
Kedua gol tersebut serupa, dengan umpan cepat dan assist tanpa pamrih.
Untuk gol kedua, penyerang Superlaget, Kasper Hogh mengoper bola kepada Jens Petter Hauge yang kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang pada menit ke-61.
Pemain sayap yang pernah bermain singkat di Serie A bersama AC Milan itu melompat dan menendang bendera sudut sebagai bentuk selebrasi.
"Saya merasa luar biasa, bersyukur bisa bermain dengan tim ini. Saya senang bisa membantu tim dengan memberikan assist dan mencetak gol. Saya bermain di tim yang bagus, jadi itu menyenangkan," kata Hogh.
Para penggemar di Aspmyra Stadium yang berkapasitas 8.000 orang kembali bersorak tiga menit kemudian ketika Hogh mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Ole Didrik Blomberg.
Leg kedua akan berlangsung tengah pekan depan dan Inter kini menghadapi ujian besar untuk melaju ke babak selanjutnya.
"Hasil yang buruk bagi kami dan malam yang buruk bagi kami, tetapi kami perlu tetap tenang dan percaya bahwa kami bisa menang di kandang," kata gelandang Inter, Petar Sucic.
Editor : Satria Putra Sejati