RADAR JOGJA - Mikel Arteta mengatakan bahwa kegagalan untuk mempertahankan hubungan dekatnya dengan Pep Guardiola di tengah persaingan perebutan gelar akan menjadi contoh buruk bagi olahraga dan malah menunjuk pada persaingan yang penuh hormat antara legenda tenis Rafael Nadal dan Roger Federer.
Keduanya pertama kali bertemu di akademi La Masia Barcelona ketika Arteta baru berusia 15 tahun dan kemudian bekerja di bawah Guardiola di Manchester City selama tiga musim sebelum menjadi bos Arsenal pada tahun 2019.
Manchester City dan Arsenal sejak itu menjadi penantang gelar abadi, dengan The Gunners bertujuan untuk memperpanjang keunggulan empat poin di puncak klasemen ketika menghadapi Leeds United di Elland Road pada Sabtu (31/1) malam.
Guardiola pekan lalu menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di dunia dan memuji kemampuan City dalam mempertahankan tempo permainan setelah memenangkan enam dari delapan gelar Premier League terakhir, sementara The Gunners belum mengangkat trofi sejak 2004.
Ditanya apakah ada kemungkinan Guardiola sedang memainkan permainan pikiran dengannya, Arteta menjawab tidak.
"Kami tidak berbicara seperti dengan istri saya setiap tiga hari sekali, tetapi kami berbicara secara umum. Dia berbicara tentang perasaannya dan hanya itu. Jika ada permainan pikiran, ya ada permainan pikiran, tetapi saya tidak terlalu memperhatikannya karena pada akhirnya Anda harus turun ke lapangan dan memberikan hasil," kata Arteta.
Didesak tentang bagaimana beberapa orang mungkin merasa heran dia bisa tetap dekat dengan rival seperti Guardiola, Arteta mengutip era Nadal-Federer di tenis, ketika keduanya memenangkan 42 gelar Grand Slam di antara mereka selama era di mana keduanya mendominasi olahraga tersebut.
"Bagi saya, hal yang mengejutkan adalah tidak mempertahankan hubungan itu," kata Arteta.
"Saya pikir itu akan menjadi contoh yang sangat buruk untuk olahraga. Dalam olahraga, Anda harus belajar dan mungkin pelajaran terbesar yang diberikan olahraga kepada kita adalah hubungan yang dimiliki misalnya Rafa Nadal dan Roger Federer," imbuhnya.
"Saya sama sekali tidak berada di level itu. Tetapi salah satu yang terbaik dalam sejarah, atau dua olahragawan terbaik, hubungan yang mereka miliki di antara mereka ketika harus bermain di final, satu lawan satu, jadi bagaimana mungkin saya tidak memiliki hubungan yang hebat dengan seseorang yang saya kagumi, yang pernah bekerja sama dengan saya, dan merupakan kolega saya? Tetapi itu sama seperti lawan lainnya. Ketika pertandingan berlangsung di lapangan, itu untuk pemenangnya," jelasnya.
Manchester City telah berupaya mempersempit kesenjangan dengan mendatangkan Marc Guehi dan Antoine Semenyo bulan ini dalam kesepakatan senilai total £84 juta.
Arsenal berharap William Saliba dan Jurrien Timber dapat bermain setelah absen pada kemenangan Liga Champions tengah pekan atas Kairat.
Editor : Satria Putra Sejati