JOGJA - Gelombang aspirasi dari kelompok suporter PSIM Jogja kembali mengemuka. Melalui pernyataan terbuka di media sosial bertajuk Poin Tuntutan, mereka menyampaikan sejumlah catatan dan dorongan perubahan yang ditujukan kepada Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM serta wadah atau organisasi suporter, dalam hal ini Brajamusti.
Untuk panpel, ada beberapa tuntutan utama yang disorot. Mulai dari penambahan kuota penonton, khususnya pada laga-laga besar melawan tim kategori tier 1, guna mengakomodasi tingginya animo suporter yang kerap tidak tertampung.
Selain itu, panpel juga diminta melakukan pengalokasian tiket secara lebih proporsional ke setiap tribun dengan berbasis data konsumen, serta tidak hanya mengacu pada dua wadah suporter tertentu.
Transparansi turut menjadi sorotan, khususnya terkait distribusi jumlah tiket ke masing-masing tribun, baik sebelum maupun sesudah proses penjualan.
Aspek kenyamanan penonton juga tak luput dari perhatian. Panpel didorong untuk membenahi kebersihan di seluruh fasilitas umum stadion agar pengalaman menonton lebih nyaman.
Optimalisasi website resmi klub pun dinilai perlu dilakukan, termasuk membuka terobosan penjualan tiket secara langsung melalui laman resmi klub, dengan skema penerapan bertahap dan sebagian alokasi tiket dikelola langsung oleh klub.
Sementara itu, tuntutan yang diarahkan kepada Brajamusti menekankan ke pembenahan internal organisasi. Regenerasi kepemimpinan dinilai mendesak, mengingat masa kepemimpinan saat ini disebut telah melampaui batas ideal, yakni lebih dari tiga tahun.
Perubahan menyeluruh di tubuh organisasi juga dianggap perlu agar roda organisasi kembali berjalan sehat.
Para suporter juga menyoroti masih banyaknya divisi yang dinilai belum berjalan optimal. Transparansi dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan publik menjadi tuntutan utama, termasuk keterbukaan pengelolaan kas, kuota tiket, pendapatan, serta pengeluaran organisasi.
Selain itu, penghapusan eksklusivitas wadah suporter turut disuarakan. Praktik itu dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Para pendukung PSIM menegaskan, seluruh suporter seharusnya dirangkul tanpa sekat dan memiliki hak yang sama dalam mengakses tiket serta masuk stadion.
Narasi tuntutan ini menjadi penanda adanya dorongan perubahan dari akar rumput suporter, yang berharap pengelolaan pertandingan dan organisasi pendukung PSIM Jogja dapat berjalan lebih inklusif, transparan, dan profesional ke depannya.
Baca Juga: Pencemaran Sungai di Kota Jogja Tidak Kunjung Berkurang, Kandungan Bakteri E-Coli dan Fosfat Tinggi
Menanggapi hal ini, Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin atau yang akrab disapa Thole menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Anggota (Musta) Brajamusti yang didorong oleh aspirasi anggota.
Thole mengungkapkan, dalam waktu dekat akan ada rapat Pengurus Harian (PH) Brajamusti untuk membahas pembentukan panitia Musta.
Ia menegaskan, keputusan terkait pelaksanaan Musta berada di tangan Pengurus Harian. "Besok baru akan kami lakukan rapat Pengurus Harian Brajamusti. Nantinya PH yang akan menentukan pembentukan panitia Musta," ujar Thole, Kamis (29/1/2026).
Thole sendiri resmi ditunjuk menjadi Presiden Brajamusti pada 2018 melalui Musta. Lebih lanjut Thole mengaku senang dengan adanya dorongan dari anggota Brajamusti yang menginginkan Musta segera digelar.
Menurutnya, keinginan itu sejatinya sudah muncul sejak cukup lama, namun sempat tertunda. "Yang jelas saya pribadi senang dengan keinginan adik-adik. Seharusnya memang tahun kemarin sudah Musta, tapi tertunda," jelasnya.
Ditanya terkait sikap pribadinya, Thole secara tegas menyatakan mendukung penuh agar Musta dan pergantian kepengurusan di Brajamusti bisa segera direalisasikan. "Sangat-sangat mendukung," tegas Thole.
Ia juga menambahkan, wacana pelaksanaan Musta sebenarnya sudah diajukan sejak 2022. Namun saat itu masih terkendala perizinan.
Bahkan setelah laga final Pegadaian Liga 2 2024/2025 dan sebelum kompetisi liga 1 atau BRI Super League 2025/2026 dimulai, rencana itu sempat kembali diwacanakan meski belum bisa terlaksana.
"Sejak 2022 sebenarnya sudah kami ajukan, tapi waktu itu terkendala izin. Setelah final kemarin, sebelum liga dimulai, saya juga ingin segera, tapi memang belum terlaksana," bebernya.
Di sisi lain, Radar Jogja sudah berupaya melakukan konfirmasi dan meminta respons dari Panpel PSIM melalui Ketua Panpel Wendy Umar terkait poin tuntutan itu. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada komentar atau keterangan resmi dari Panpel PSIM. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun