RADAR JOGJA – Pemain anyar Persis Solo, Roman Paparyga mengaku paham akan kondisi klub saat ini dimana Laskar Sambernyawa berada di dasar klasemen BRI Super League 2025/26.
Dari 18 pertandingan yang telah dilakoni, Persis hanya meraih dua kemenangan, empat imbang dan 12 kekalahan dengan rincian 10 poin di peringkat ke-18.
Dalam pertandingan terakhir, Laskar Sambernyawa dipaksa takluk dari Borneo FC dengan skor 0-1 berkat gol Tunggal Mariano Peralta, meskipun sebelumnya meraih kemenangan 2-3 atas Semen Padang.
Dengan inkonsistensi yang terus dihadapi tim besutan Milomir Seslija, Roman ingin membawa Persis bangkit dengan 16 laga tersisa.
“Saya tahu situasi klub di klasemen sedang tidak baik. Meskipun tak mudah, saya akan berjuang sekuat tenaga dan memberikan seluruh kemampuan saya agar klub ini masih bertahan,” ujar Roman.
Pemain yang didatangkan dari PFK Qizilqum di liga kasta tertinggi Uzbekistan mengaku optimis dan sangat antusias untuk segera memperkuat Persis.
“Saya tak sabar untuk segera bermain dan memenangkan banyak pertandingan bersama klub ini,” imbuhnya.
Dilain sisi, Roman berjanji akan berjuang dengan maksimal demi membawa Persis segera bangkit.
Dia menyerukan semangat bangkit kepada para penggawa Laskar Sambernyawa yang lainnya demi kebangkitan tim.
“Saya akan berjuang dengan usaha saya agar klub ini terus bersaing,” jelasnya.
Dilain sisi, Persis resmi melepas dua pilar asingnya yakni Gervane Kastaneer dan Jordy Tutuarima.
Hadirnya Roman diharapkan dapat meningkatkan kekuatan Laskar Sambernyawa ditengah inkonsistensi yang belum menemukan titik bangkit.
Bahkan, Persis mengumumkan penunjukkan Milos Durovic sebagai asisten pelatih klub yang baru dan akan membantu Milomir Seslija meningkatkan performa tim.
Editor : Satria Putra Sejati