RADAR JOGJA - Alvaro Arbeloa menyebut Jose Mourinho sebagai 'salah satu dari kita' saat Real Madrid bersiap menghadapi tim mantan pelatih mereka, Benfica, di Liga Champions pada Kamis (29/1) dini hari.
Real Madrid memasuki pertandingan di Estadio da Luz dengan 15 poin, sementara Benfica asuhan Mourinho, dengan hanya enam poin dari tujuh pertandingan, harus menang untuk memiliki peluang lolos ke babak gugur.
Mourinho melatih Arbeloa sebagai pemain saat ia memimpin Los Blancos antara tahun 2010 dan 2013, dan pelatih Real Madrid saat ini menggambarkan mentornya sebagai panutan.
"Saya mengatakannya pada hari pertama saya sebagai pelatih dimana tidak akan pernah ada orang seperti Jose (Mourinho)," kata Arbeloa.
"Siapa pun yang mencoba menirunya akan gagal, dan saya telah memahami itu sejak hari pertama. Kesuksesan saya adalah menjadi diri saya sendiri," lanjutnya.
Arbeloa mengambil alih posisi dari mantan pemain Mourinho lainnya, Xabi Alonso, awal bulan ini, dan telah bangkit kembali setelah tersingkir dari Copa del Rey di pertandingan debutnya untuk memenangkan tiga pertandingan berturut-turut, termasuk kemenangan atas Villarreal.
Pelatih Madrid itu mengatakan dia tetap berhubungan dengan Mourinho selama bertahun-tahun sejak mereka bersama di Bernabeu, tetapi telah menahan diri untuk tidak terlalu sering meminta nasihat terkait manajerial.
"Saya tahu siapa Mourinho, saya tahu seperti apa ponselnya," kata Arbeloa.
"Anda bisa mengerti mengapa dia sering mengganti nomornya. Saya telah mencoba untuk 'mengganggunya' sesedikit mungkin. Tapi dia adalah salah satu teman yang bisa Anda ajak bicara dalam waktu lama, dan kemudian jika Anda meneleponnya pukul 3 pagi, saya yakin dia akan menjawab," imbuhnya.
Arbeloa tidak mau berspekulasi tentang kemungkinan kembalinya Mourinho ke Bernabeu di masa depan, mengingat mantan pelatih Porto, Chelsea, dan Inter itu sedang berada di bawah tekanan di Benfica setelah musim yang sulit.
Pertandingan di Lisbon menandai kembalinya Real Madrid ke stadion tempat mereka memenangkan Liga Champions pada tahun 2014, setahun setelah Mourinho pergi setelah membawa tim ke tiga semifinal Liga Champions berturut-turut, tanpa melaju lebih jauh.
"Saya tidak suka membicarakan hal-hal berbau hipotetis," kata Arbeloa.
"Apa arti kemenangan di sini 12 tahun yang lalu sangat layak mendapat pujian, seperti halnya Carlo Ancelotti atau Zinedine Zidane di kemudian hari," jelasnya.
"Tetapi Mourinho meletakkan fondasi untuk tahun-tahun itu. Itulah yang saya rasakan. Saya percaya dia selalu dihargai di dalam klub. Dan itulah mengapa dia dulu, sekarang, dan akan selalu menjadi salah satu dari kita," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati