RADAR JOGJA - Jose Mourinho memimpin timnya, Benfica, dalam pertandingan yang wajib dimenangkan melawan mantan klubnya, Real Madrid, saat kedua tim bertemu di Estadio da Luz untuk pertandingan kedelapan fase liga Liga Champions, kamis (29/1) dini hari.
The Eagles berada di peringkat ke-29 dari 36 tim dan tertinggal dua poin dari zona kualifikasi terakhir, sementara Los Blancos berada di peringkat ketiga tetapi belum dipastikan finis di delapan besar, hanya terpaut tiga poin dari Juventus yang berada di peringkat ke-15.
Benfica memulai kampanye fase liga dengan buruk, kalah dalam empat pertandingan pembuka, meskipun kemenangan beruntun 2-0 atas Ajax dan Napoli sempat menghidupkan kembali harapan untuk lolos ke babak playoff knockout.
Namun, kebangkitan itu runtuh pekan lalu, ketika The Eagles menderita kekalahan 2-0 di kandang Juventus, hasil yang menimbulkan keraguan baru atas ambisi untuk masuk 24 besar.
Meskipun kualifikasi tidak lagi berada di tangan sendiri, Benfica masih secara matematis dapat mengklaim salah satu dari enam tempat playoff terakhir, meskipun untuk melakukannya akan membutuhkan hasil yang menguntungkan di tempat lain di samping kemenangan bersejarah atas juara Liga Champions 15 kali tersebut.
Raksasa Portugal setidaknya dapat mengambil kepercayaan diri dari sejarah, setelah mengangkat trofi dua kali, dengan salah satu kemenangan tersebut diraih melawan Real Madrid di final 1961/62, sementara kemenangan 5-1 dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di Da Luz membuat The Eagles memiliki dua kemenangan dari tiga bentrokan dalam pertandingan ini.
Benfica memasuki pertandingan ini dengan bekal performa kandang yang kuat, setelah mengamankan kemenangan keempat berturut-turut di depan para penggemar dengan kemenangan telak 4-0 atas Estrela Amadora pada akhir pekan, menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen Primeira Liga dan tertinggal 10 poin dari puncak klasemen.
Respons itu tepat waktu bagi anak asuh Mourinho, yang telah kalah dalam tiga dari empat pertandingan sebelumnya, sebuah catatan buruk yang membuat mereka tersingkir dari Taca da Liga dan Taca de Portugal, sehingga lolos ke babak selanjutnya di Eropa menjadi sumber kelegaan yang sangat dibutuhkan.
Real Madrid juga mengalami gejolak dalam beberapa pekan terakhir, dimulai dengan kekalahan di final Piala Super melawan rival abadi Barcelona yang menyebabkan pemecatan Xabi Alonso, sebelum Alvaro Arbeloa mengawasi kekalahan mengecewakan di Copa del Rey melawan Albacete yang berada di divisi kedua dalam pertandingan pertamanya sebagai pelatih.
Sejak saat itu, Los Blancos telah memenangkan tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-0 di kandang Villarreal pada akhir pekan, di mana dua gol Kylian Mbappe membawa mereka hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen La Liga.
Penyerang Prancis itu juga mencetak dua gol empat hari sebelumnya dalam kemenangan 6-1 di Liga Champions atas Monaco, sehingga total golnya di kompetisi tersebut menjadi 11 gol dan menyamai rekor Cristiano Ronaldo pada musim 2015/16 untuk gol terbanyak yang dicetak dalam satu musim grup atau fase liga.
Setelah meraih poin maksimal dari lima dari tujuh pertandingan di liga elit musim ini (L2), Madrid hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengamankan kualifikasi langsung ke babak 16 besar dan akan percaya diri untuk melakukannya, setelah memenangkan delapan dari 10 pertemuan terakhir di UEFA melawan tim Portugal, termasuk empat kemenangan tandang berturut-turut.
Baca Juga: Takut Air Minum Tercampur Mikroplastik? Ilmuwan Sudah Temukan Cara Menguranginya
Head to head:
28/07/2012 Benfica 5-2 Real Madrid
5 pertandingan terakhir Benfica:
26/01/2026 Benfica 4-0 Estrela Amadora
22/01/2026 Juventus 2-0 Benfica
18/01/2026 Rio Ave 0-2 Benfica
15/01/2026 Porto 1-0 Benfica
08/01/2026 Benfica 1-3 Braga
5 pertandingan terakhir Real Madrid:
25/01/2026 Villarreal 0-2 Real Madrid
21/01/2026 Real Madrid 6-1 AS Monaco
17/01/2026 Real Madrid 2-0 Levante
15/01/2026 Albacete Balompie 3-2 Real Madrid
Baca Juga: Takjil Sehat Rendah Gula: Buka Puasa Manis Alami Tanpa Risiko Diabetes
12/01/2026 Barcelona 3-2 Real Madrid
Prediksi susunan pemain:
Benfica (4-2-3-1):
Trubin (GK); Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Aursnes, Barrenechea; Prestianni, Barreiro, Sudakov; Pavlidis
Real Madrid (4-3-3):
Courtois (GK); Valverde, Asencio, Huijsen, Carreras; Tchouameni, Bellingham, Guler; Mastantuono, Mbappe, Vinicius
Prediksi:
Kami katakan: Benfica 1-2 Real Madrid
Meskipun Benfica memiliki sejarah sukses dalam pertandingan ini, mereka umumnya kesulitan melawan tim Spanyol, hanya memenangkan tiga dari 25 pertandingan UEFA terakhir melawan tim dari Spanyol (14 kekalahan).
Dengan kekalahan Real Madrid di Liga Champions musim ini terjadi melawan Manchester City dan Liverpool, Los Blancos seharusnya masih bisa mengalahkan The Eagles, yang kualitasnya lebih rendah dibandingkan lawan-lawan elit tersebut.
Editor : Satria Putra Sejati