Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih Senegal Bela Keputusannya Mengajak Tim Meninggalkan Lapangan Dalam Kekacauan di Final Piala Afrika

Satria Putra Sejati • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:51 WIB
Senegal juara Piala Afrika setelah kalahkan Maroko 1-0 meskipun sempat melakukan walkout
Senegal juara Piala Afrika setelah kalahkan Maroko 1-0 meskipun sempat melakukan walkout

RADAR JOGJA - Pelatih Senegal, Pape Thiaw, membela keputusan timnya yang meninggalkan lapangan selama final Piala Afrika, dengan mengatakan bahwa itu adalah keputusan emosional yang diambil dalam kekacauan saat itu.

Pekan lalu, Senegal meninggalkan lapangan pada waktu tambahan ketika Maroko diberikan penalti, beberapa saat setelah gol Senegal yang berpotensi memenangkan trofi dianulir.

"Saya tidak pernah berniat untuk melawan prinsip-prinsip permainan yang sangat saya cintai," tulis Thiaw di Instagram.

"Saya hanya mencoba melindungi pemain saya dari ketidakadilan. Apa yang mungkin dianggap sebagian orang sebagai pelanggaran aturan hanyalah reaksi emosional terhadap bias situasi. Setelah pertimbangan, kami memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan berjuang untuk meraih trofi," imbuhnya.

Kapten, Sadio Mane membujuk para pemain Senegal untuk kembali sehingga Brahim Diaz dapat mengambil penalti Maroko.

Tendangan Diaz diselamatkan pada aksi terakhir waktu normal, kemudian Pape Guaye mencetak gol di waktu tambahan untuk Senegal menang 1-0.

Keesokan harinya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam aksi walkout Senegal dan Federasi Sepak Bola Maroko mengatakan akan menempuh jalur hukum dengan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika karena hal itu 'secara signifikan memengaruhi jalannya pertandingan dan performa pemain.'

Keputusan untuk memberikan penalti menyebabkan perkelahian di sekitar lapangan dengan pemain lawan terlibat di pinggir lapangan sementara petugas keamanan berkonflik dengan pendukung Senegal di belakang salah satu gawang.

Beberapa penggemar berhasil masuk ke lapangan tempat perkelahian berlanjut, dan beberapa diseret pergi.

Aksi walkout Senegal akhirnya menyebabkan penghentian pertandingan selama 15 menit, tetapi perkelahian masih berlangsung ketika Brahim melakukan tendangan penalti yang gagal.

"Kami mengalami turnamen yang luar biasa dengan organisasi yang luar biasa, yang sayangnya berakhir dengan cara yang dramatis," kata Thiaw.

Federasi Sepak Bola Senegal mengecam kurangnya fair play dari tuan rumah Maroko sebelum final, menambah rasa ketidakadilan bagi Singa Teranga ketika gol di menit-menit akhir dianulir dan penalti diberikan kepada lawan.

"Saya minta maaf jika saya telah menyinggung siapa pun," kata Thiaw tentang aksi walkoff timnya.

"tetapi para pecinta sepak bola akan mengerti bahwa emosi adalah bagian integral dari olahraga ini," pungkasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#piala afrika #Walkout #FIFA #maroko #senegal #Pape Thiaw