Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Tengah Persaingan Ketat Kompetisi, Kapten PSIM Jogja Nilai Tekanan dan Kritik Suporter Penting untuk Tetap Jaga Fokus

Fahmi Fahriza • Kamis, 22 Januari 2026 | 19:45 WIB

 

Photo
Photo

JOGJA - Ketatnya persaingan di kompetisi BRI Super League 2025/2026 membuat setiap detail menjadi krusial bagi PSIM Jogja.

Di tengah dinamika kompetisi itu, tekanan dari suporter justru dinilai sebagai sinyal penting agar tim tetap menjaga fokus dan tidak terlena.

Kapten PSIM Reva Adi Utama menegaskan, suara keras dari tribun maupun ruang digital merupakan bagian dari kepedulian pendukung terhadap Laskar Mataram.

Tekanan itu menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai dan setiap pertandingan menuntut kewaspadaan penuh.

"Menurut saya tekanan itu sangat penting buat tim, kalau tidak ada pressure seperti itu kita semua mungkin lengah," kata Reva, Kamis (22/1/2026).

Pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu menilai, atmosfer kompetisi Super League yang semakin ketat membuat sikap terlalu santai justru berisiko.

Ia menyebut tim-tim pesaing terus bekerja keras untuk mengejar hasil terbaik, sehingga PSIM dituntut menjaga konsistensi hingga akhir musim.

"Pemain harus menyikapinya dengan positif karena itu bentuk sayang dan dukungan suporter kepada tim ini agar tim tidak tidak lengah, dan tetap waspada," ungkapnya.

Pemain asal Makassar itu juga menegaskan, dirinya tidak merasa terbebani dengan tekanan yang ada. Sebaliknya, Reva melihat kondisi tersebut sebagai pemacu agar seluruh elemen tim terus meningkatkan kesiapan dalam setiap laga.

"Bagi saya rileks itu berbahaya, karena tim lain juga bekerja keras untuk bisa kalahkan kita. Jadi kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk pertandingan sampai liga ini selesai," ujarnya.

Baca Juga: BKSADK DIY Ingatkan Umat Kristen Tetap Waspada di Tengah Ancaman “Chaos” Global

Terkait komentar suporter di media sosial, Reva memilih untuk tidak menjadikannya sebagai fokus utama.

Ia lebih memprioritaskan menjaga ritme latihan dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya ketimbang terpengaruh dinamika warganet.

"Saya yang penting fokus latihan, dan tentu saja pertandingan," bebernya.

Menurut Reva, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola profesional.

Selama disampaikan secara wajar dan tidak menyentuh ranah personal, kritik justru dapat menjadi masukan yang membangun bagi pemain.

"Kritik itu normal selama tidak menghina keluarga. Pemain harus menyikapinya dengan positif. Jangan diambil hati karena itu bisa merusak mental pemain itu sendiri," pesannya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Reva Adi Utama #Akhir Musim #BRI Super League 2025 #BRI Super League 2025 2026 #konsistensi #BRI Super League 2025/2026 #Suporter #Reva Adi #warganet #Dinamika #Laskar Mataram