JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengungkapkan adanya sejumlah perbedaan signifikan yang ia rasakan dalam pengalaman pertamanya melatih di sepak bola Indonesia.
Tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis permainan, tetapi juga menyangkut sistem kerja dan manajemen klub, termasuk dalam pola perekrutan pemain.
Salah satu hal yang baru diketahui oleh pelatih asal Belanda ini adalah minimnya peran pemandu bakat atau pencari bakat dalam proses rekrutmen pemain di Indonesia.
Dari yang diketahuinya kini, banyak klub masih mengandalkan potongan video sorotan performa pemain atau data dari situs penyedia basis data pemain internasional.
"Ya, begitulah cara orang-orang bekerja di sini dan memang minim pencari bakat untuk pemain," ujar Van Gastel, Minggu (18/1/2026).
Kondisi itu menuntut dirinya untuk melakukan adaptasi, sekaligus membuka ruang komunikasi dengan manajemen klub agar proses perekrutan bisa lebih optimal ke depan.
"Jadi saya juga harus menyesuaikan diri atau mencoba untuk berbicara dengan manajemen," lanjutnya.
Namun demikian, Van Gastel menegaskan pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 ini, PSIM tidak memiliki ruang anggaran untuk mendatangkan pemain baru.
Hal itu menjadi alasan utama belum adanya pergerakan transfer dari Laskar Mataram, meski jendela transfer telah dibuka sejak 10 Januari dan akan berlangsung hingga 6 Februari 2026.
"Bagi saya untuk saat ini hal itu bukan pilihan karena memang tidak ada anggaran lagi untuk kami mendatangkan pemain di putaran kedua ini," tegasnya.
Van Gastel menjelaskan, manajemen PSIM sejak awal musim telah memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk mendatangkan dua pemain anyar, Donny Warmerdam dan Anton Fase, yang bergabung dengan tim pada fase akhir persiapan musim.
Baca Juga: PMK Merebak, Bantuan Sapi Dari Pemkab Berpotensi Batal
"Manajemen di awal musim sudah memaksimalkan anggaran untuk mendatangkan dua pemain baru, yakni Donny dan Anton. Dan hanya itu," katanya.
Situasi keuangan itu, menurut Van Gastel, telah dikomunikasikan secara terbuka oleh manajemen kepada tim pelatih, sehingga dirinya memahami dan menerima kondisi yang ada.
"Manajemen juga mengomunikasikan situasi ini kepada saya. Jadi bagi saya tidak ada masalah," ucapnya.
Meski berharap ke depan akan ada tambahan anggaran, Van Gastel realistis melihat kondisi saat ini dan memilih fokus memaksimalkan skuad yang telah ada.
"Mudah-mudahan akan ada anggaran. Tapi untuk saat ini tidak ada anggaran, jadi itulah kenyataannya," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun