JOGJA - Laga tandang PSIM Jogja melawan Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1/2026), menjadi pertandingan penuh dinamika bagi bek asing Franco Ramos Mingo.
Dalam duel yang berakhir manis dengan kemenangan PSIM, pemain asal Argentina itu mengalami pergolakan emosi sepanjang pertandingan.
Franco tampil sebagai salah satu aktor penting dalam kemenangan PSIM setelah sukses mencetak gol melalui sundulan kepala pada menit ke-63.
Gol itu lahir dari situasi bola mati saat Franco memanfaatkan tendangan sudut yang dilepaskan rekan setimnya Ze Valente. Gol itu sekaligus menjadi gol perdana Franco sejak berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia.
"Tendangan bebas jelas bukan tugas utama saya. Tetapi saya selalu berusaha membantu tim saat kita mendapat tendangan bebas atau tendangan sudut," ujar Franco, Minggu (18/1/2026).
Gol itu terasa semakin spesial karena bukan hanya membantu PSIM mengamankan tiga poin penuh di laga tandang, tetapi juga memiliki makna personal bagi sang pemain. Franco mengungkapkan gol itu ia persembahkan untuk sosok penting dalam hidupnya.
"Itu sangat spesial karena membantu tim meraih tiga poin dan juga gol pertama saya di Indonesia. Saya dedikasikan gol ini untuk ibu saya, dan dia tahu itu," tambahnya.
Namun kebahagiaan Franco tak berlangsung lama. Hanya berselang sekitar 10 menit setelah mencetak gol, wasit mengeluarkan kartu merah kepadanya pada menit ke-73.
Franco dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain Madura United, Balotelli. Keputusan yang langsung mengubah situasi emosional sang bek.
"Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan, tapi ini sepak bola dan bisa terjadi pada siapa saja," ungkap Franco.
Meski secara pribadi merasa keputusan itu kurang tepat, Franco menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi kartu merah yang diterimanya. Ia mengakui, dalam sepak bola kesalahan bisa terjadi pada siapa pun, termasuk pengadil lapangan.
Baca Juga: Kenali Gejala Anemia: Lebih dari Sekadar Merasa Lemas dan Lelah
"Saat itu saya berpikir pemain Madura melanggar saya dan saya masih berpikir begitu. Tapi tidak apa-apa. Semua orang bisa membuat kesalahan dan wasit juga bisa salah," tambah Franco dengan bijak.
Di sisi lain, manajemen PSIM bergerak cepat dengan melakukan komunikasi intensif bersama pihak terkait guna mengupayakan klarifikasi atas kartu merah yang diterima Franco.
Manajer PSIM Razzi Taruna menjelaskan, peluang pembatalan sanksi tersebut terbilang kecil.
"PSIM melakukan segala upaya terkait itu (hukuman kartu merah Franco). Namun setelah melakukan banyak komunikasi, kelihatannya kemungkinan kecil untuk dibatalkan hukumannya," ujar Razzi.
Dengan keputusan tersebut, Franco dipastikan absen membela PSIM pada laga berikutnya menghadapi Persebaya, 25 Januari mendatang.
Meski harus menepi, bek bernomor punggung 4 itu menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
"Saya akan merindukan bermain bersama tim di pertandingan berikutnya, tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan untuk membantu rekan-rekan tim saya tampil baik saat pertandingan tiba," papar Franco. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun