SURABAYA - Persiba Bantul gagal memaksimalkan peluang memangkas jarak di papan atas klasemen sementara putaran ketiga Liga Nusantara 2025/2026.
Melakoni laga krusial melawan Gresik United di Stadion THOR, Surabaya, Sabtu (17/1/2026) sore lalu, Laskar Sultan Agung harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang tanpa gol.
Hasil imbang itu tentu saja terasa sangat disayangkan bagi Persiba Bantul. Sebab, di saat yang bersamaan, dua pesaing utamanya yakni Persekabpas Pasuruan dan Perseden Denpasar justru menelan kekalahan.
Seandainya Persiba berhasil mengamankan tiga poin, posisi anak-anak Bantul di klasemen dipastikan akan melonjak drastis.
Dengan tambahan satu poin ini, Persiba masih tertahan di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 20 poin.
Tim Bumi Projotamansari kini membayangi Perseden Denpasar di posisi kedua yang mengantongi 22 poin dan Persekabpas Pasuruan yang masih kokoh di puncak dengan 23 poin.
Meski begitu, Pelatih Persiba Bantul Susanto tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Sebab, menurutnya, para pemain sudah bekerja keras.
"Motivasi mereka sangat tinggi untuk menang, tapi saya sendiri belum bisa memberikan kemenangan untuk Persiba," tuturnya, Minggu (18/1/2026).
Di sisi lain, nada kecewa datang dari penggawa Persiba Bantul, Sansan Fauzi.
Pemain bernomor punggung 9 ini menyoroti kinerja wasit yang dianggap banyak merugikan timnya melalui keputusan-keputusan yang janggal.
"Intinya sebagai pemain, sampai kapan sepak bola Indonesia seperti ini terus. Meski di Liga Nusantara, aspek wasit harus tetap diperhatikan," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun