Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih Maroko Walid Regragui Akui Brahim Diaz Bisa Menjadi Pemain Terbaik Dunia

Satria Putra Sejati • Minggu, 11 Januari 2026 | 12:15 WIB
Brahim Diaz cetak satu gol saat Maroko kalahkan Kamerun untuk capai semifinal Piala Afrika
Brahim Diaz cetak satu gol saat Maroko kalahkan Kamerun untuk capai semifinal Piala Afrika

RADAR JOGJA - Walid Regragui mengatakan bintang maroko Brahim Diaz bisa menjadi pemain terbaik di dunia, setelah penyerang Real Madrid itu mencetak lima gol dalam lima pertandingan Piala Afrika berturut-turut dengan gol pembuka di Rabat saat tuan rumah menyingkirkan Kamerun di perempat final.

Singa Atlas melaju ke semifinal pertama dalam 22 tahun ketika mengalahkan The Indomitable Lions 2-0, dengan Diaz membuka skor dari jarak dekat pada menit ke-26 sebelum Ismael Saibari menambahkan gol kedua 16 menit sebelum pertandingan berakhir.

Diaz telah dengan nyaman membuktikan dirinya sebagai pemain yang luar biasa di Piala Afrika sejauh ini, menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam lima pertandingan AFCON berturut-turut setelah mencetak gol di setiap pertandingan Afrika Utara sejauh ini.

"Dia tidak hanya mencetak gol, tetapi dia juga mengubah mentalitasnya," kata pelatih kepala Regragui seperti yang dilansir dari ESPN. "Dia banyak berlari, berjuang, dia menguasai bola, dan itu mengirimkan pesan kepada timnya bahwa dia sangat penting dalam semangat tim," lanjutnya.

"Sangat penting ketika Anda melihat pemain terbaik Anda berlari seperti ini, dan kemudian ketika dia mencetak gol-gol yang sangat penting bagi kami. Dia percaya pada apa yang saya inginkan, dan dia telah mengubah mentalitasnya," imbuhnya.

"Saya bekerja keras dengannya dalam hal ini, dan mengatakan kepadanya bahwa dia bisa menjadi pemain terbaik di dunia jika dia mau, jika dia mau bekerja keras untuk tim," jelasnya.

Diaz telah memecah kebuntuan untuk Maroko dalam empat dari lima pertandingan Piala Afrika hingga saat ini, termasuk kemenangan 2-0 atas Komoro di pertandingan pembuka, hasil imbang 1-1 dengan Mali, dan kemenangan 1-0 atas Tanzania di babak 16 besar, ketika golnya di babak kedua sudah cukup untuk membawa tim Singa Atlas yang tampil buruk lolos.

Penampilannya di Piala Afrika, di mana ia berpeluang meraih Sepatu Emas dan penghargaan Pemain Terbaik Turnamen, sangat kontras dengan performanya di Real Madrid musim ini, di mana ia hanya memulai tiga pertandingan liga untuk tim asuhan Xabi Alonso, dan hanya mencetak satu gol dari total 17 penampilan di La Liga dan Liga Champions.

Penyerang itu belum dalam kondisi prima saat tiba di Piala Afrika, karena hanya bermain 125 menit untuk Real sejak akhir Oktober.

"Kami membiarkan Brahim berkembang, menariknya keluar di menit ke-76, menit ke-71, menit ke-64, bahkan ketika dia mencetak gol," ujar Regragui.

"Dia kurang kuat, kurang mendapat waktu bermain di level klub, dan itu bagian dari kerja sama kami dengan staf," imbuhnya.

"Dia semakin kuat di sini, dan kami senang," tegasnya.

Diaz, yang lahir di Malaga dari ibu Spanyol dan ayah Maroko, menerima caps senior untuk Spanyol pada tahun 2021 sebelum beralih bermain untuk Atlas Lions setelah mencapai semifinal Piala Dunia pada tahun 2022.

Dia baru mencetak gol pertamanya untuk Maroko pada September '24, dengan gol melawan Gabon selama kampanye kualifikasi AFCON, tetapi selama 16 bulan terakhir telah muncul sebagai salah satu ancaman serangan utama Maroko saat berupaya memenangkan Piala Afrika pertama dalam setengah abad.

 

Diaz, dengan lima gol, memimpin daftar pencetak gol, meskipun ia masih jauh di belakang rekor Ndaye Mulamba dengan sembilan gol untuk Zaire yang dicetak pada edisi Piala Afrika 1974 saat mereka merebut hadiah terbesar di benua itu.

Maroko tetap berada di Rabat untuk semifinal, semifinal pertama di AFCON sejak 2004, di mana satu gol lagi untuk Diaz akan menyamai rekor yang dibuat oleh Kofi Osei dari Ghana, yang mencetak gol dalam enam pertandingan berturut-turut di Piala Afrika 1963 dan 1965.

Editor : Satria Putra Sejati
#piala afrika #Walid Regragui #Brahim Diaz #AFCON #pemain terbaik