JOGJA - Ambisi Dwi Pilihanto Nugroho untuk membawa KAFI Jogja FC berjaya di Liga 4 Piala Gubernur DIY berakhir dengan tragis.
Bukan karena cedera, melainkan karena sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI DIY.
Gelandang sekaligus kapten tim KAFI Jogja FC itu resmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola di bawah naungan PSSI seumur hidup.
Vonis berat itu menyusul aksi serius foul play yang dilakukannya terhadap pemain UAD FC dalam laga pekan kelima di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Senin (6/1/2026).
Insiden yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada menit ke-73. Dalam tensi tinggi perebutan tiket final, Dwi melakukan pelanggaran berat yang mengarah ke bagian kepala salah seorang pemain UAD FC.
Meski hasil rontgen di RS Bethesda menunjukkan tidak ada luka dalam yang fatal, niat dan intensitas tenaga yang berlebihan dianggap sebagai pelanggaran integritas sepak bola yang tak termaafkan.
"Anak ini kapten dan tidak punya riwayat kartu merah sebelumnya. Kami sangat menyayangkan satu talenta DIYharus mengakhiri karirnya seperti ini. Tapi ini demi kemaslahatan bersama," kata Sekretaris Umum Asprov PSSI DIYWendy Umar Senoadji, Kamis (8/1/2026).
Wendy mengatakan, atas insiden itu manajemen KAFI Jogja FC pun tak mau membela kesalahan. Secara ksatria, mereka menerima keputusan Komdis dan bahkan telah memberhentikan Dwi dari skuad sebelum surat keputusan resmi keluar.
"Manajemen KAFI Jogja FC juga telah menjalin komunikasi dan meminta maaf secara langsung kepada UAD FC," bebernya.
Wendy juga menjelaskan, dari insiden itu, palu sidang tak hanya menyasar pemain. Asprov PSSI DIY kini juga tengah menginvestigasi kinerja perangkat pertandingan melalui Komite Wasit.
Video live streaming yang merekam jalannya laga menjadi bukti kuat untuk mengevaluasi.
Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Dirikan Wamira di 14 Kemantren Tahun Ini, Jadi Pesaing Toko Jejaring Modern
"Evaluasi akan diberikan kepada perangkat pertandingan jika ditemukan keputusan yang tidak tepat di lapangan. Ini pembelajaran bagi semua pihak, bukan hanya pemain," ucapnya.
Di sisi lain, Manajer KAFI Jogja FC Muhammad Hasanudin mengaku pihaknya telah menerima dengan baik apa pun keputusan Komdis PSSI.
Sebab, pihak manajemen sendiri berusaha menjunjung tinggi fair play dan menaati aturan yang berlaku. "Saat ini (pemain) sudah diberhentikan. Kalau Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu," ungkapnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun