SLEMAN - Ambisi PSS Sleman untuk menempel ketat perolehan poin Barito Putera FC menemui jalan terjal. Kekalahan tipis 1-2 yang diderita Laskar Sembada atas Kendal Tornado FC membuat posisi di papan atas klasemen sementara mulai keteteran.
Meski saat ini masih tertahan di peringkat kedua, defisit poin Dominikus Dion dan kawan-kawan dengan Laskar Antasari kian melebar. Saat ini, PSS mengantongi 30 poin, terpaut empat angka dari Barito Putera FC yang kokoh di puncak dengan raihan 34 poin.
Dengan kondisi itu, Super Elang Jawa harus menyapu bersih laga sisa jika ingin mengudeta posisi puncak. Itu pun dengan catatan,Barito Putera FC harus terpeleset di laga-laga mendatang.
Walaupun terbilang berat, Pelatih PSS Ansyari Lubis tetap mengaku optimistis. Sebab, pelatih yang akrab disapa Uwak ini menilai kekalahan dari Badai Pantura bukanlah akhir dari segalanya.
"Saya kira kami akan selalu berjuang sampai akhir kompetisi. Jadi tidak ada yang tidak mungkin. Karena kami juga yakin seluruh pemain punya kemampuan ya," lontarnya Selasa (6/1).
Di bulan Januari ini, anak-anak Sleman dijadwalkan memainkan pertandingan padat. Empat laga telah menanti pada sisa putaran kedua kompetisi Championship 2025/2026 ini.
Melihat situasi persaingan Grup Timur yang semakin ketat, jadwal padat tentu saja menjadi tantangan besar bagi skuad Laskar Sembada.
Walaupun terbilang berat, Uwak tetap yakin PSS mampu melewati tantangan tersebut. Baginya, spirit yang ditunjukkan para pemain di lapangan menjadi modal berharga untuk menatap laga-laga ke depan.
"Kami masih ada empat pertandingan lagi, tiga di home (kandang), satu di luar. Jadi saya kira kami punya peluang yang cukup bagus. Jadi ini bukan akhir dari segalanya," tegasnya. (ayu/laz)