JOGJA - PSIM Jogja terus menunjukkan konsistensi permainan sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/2026. Hingga menjalani 16 pertandingan, Laskar Mataram mencatatkan tiga kali kekalahan dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan raihan 27 poin.
Salah satu faktor yang membuat PSIM mampu bersaing sebagai tim promosi adalah kokohnya lini pertahanan. Sejak awal musim, duet bek asing Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera menjadi tumpuan utama di jantung pertahanan. Namun dalam tiga laga terakhir, PSIM harus kehilangan Yusaku yang mengalami cedera.
Situasi itu membuka peluang bagi bek lokal Rendra Teddy untuk tampil sebagai starter. Berduet dengan Franco Ramos, permainan Rendra dinilai cukup solid.
Dalam tiga pertandingan terakhir yang ia jalani sebagai starter, PSIM tidak sekalipun menelan kekalahan. Dengan catatan dua hasil imbang melawan Persijap Jepara dan PSBS Biak, serta kemenangan atas Semen Padang.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengakui dirinya cukup puas dengan performa Rendra Teddy sejauh ini. Ia menilai Rendra mampu menjalankan perannya dengan baik meski menit bermainnya belum sebanyak dua bek utama lainnya.
"Sejauh ini duet Teddy dan Franco cukup bagus, karena kami juga tidak kalah," kata Van Gastel Selasa (6/1).
Van Gastel tak menampik Franco Ramos lebih sering dipasangkan bersama Yusaku Yamadera sejak awal musim. Namun kondisi tim saat ini membuat rotasi tak bisa dihindari. Ia menyebutkan pilihan bek tengah yang tersedia saat ini, antara lain, hanya Rendra Teddy dan Andy Setyo.
"Kombinasi Yusaku dan Franco lebih sering bermain bersama daripada Teddy dengan Franco. Namun selama Yusaku cedera, Teddy atau Andy akan bermain sehingga mereka bisa lebih cepat terbiasa satu sama lain," ungkapnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga menyinggung peluang Andy Setyo untuk tampil sebagai starter. Menurutnya, Andy masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaik setelah sempat mengalami cedera cukup panjang pada masa pramusim.
"Andy sempat mengalami cedera cukup serius saat pramusim. Butuh waktu baginya untuk kembali, dan sekarang ia sudah kembali. Saya memberinya beberapa menit bermain agar ia bisa merasakan atmosfir pertandingan lagi," tuturnya.
Untuk saat ini, Van Gastel menegaskan Rendra Teddy masih menjadi pilihan utama karena dianggap lebih siap secara fisik maupun ritme permainan. "Namun saat ini saya memilih Teddy, karena dia lebih siap. Jadi Andy harus bersabar menunggu kesempatannya datang," tandasnya. (iza/laz)