RADAR JOGJA - Chelsea mengumumkan secara resmi telah memecat Enzo Maresca setelah hubungan dengan petinggi klub kian memburuk.
Pelatih asal Italia ini secara samar-samar telah berselisih dengan para petinggi dalam beberapa pekan terakhir dan harus menanggung akibatnya, dipecat tiga hari sebelum laga tandang melawan Manchester City dan hanya beberapa bulan setelah memenangkan dua trofi.
Maresca telah berselisih dengan jajaran petinggi Chelsea sejak ledakan emosinya yang aneh setelah mengalahkan Everton pada 13 Desember, dengan mengatakan bahwa ia telah mengalami "48 jam terburuk" dalam pekerjaannya.
Keengganannya untuk menjelaskan apa masalahnya, baik secara internal maupun di depan umum, semakin membuat marah para petinggi klub.
“Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah berpisah," tulsi pernyataan klub.
“Selama masa jabatannya di klub, Enzo memimpin tim meraih kesuksesan di UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Prestasi-prestasi tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah klub baru-baru ini, dan kami berterima kasih atas kontribusinya kepada klub."
“Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi termasuk kualifikasi untuk Liga Champions, Enzo dan Klub percaya bahwa perubahan akan memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalur yang benar."
“Kami mendoakan yang terbaik untuk Enzo di masa depan.”
Maresca berada dalam posisi yang kuat di awal Desember, setelah mengalahkan Barcelona dan bermain imbang dengan pemimpin klasemen Arsenal meskipun hanya bermain dengan sepuluh pemain.
Mantan bos Leicester itu juga didukung oleh kemenangan di Conference League dan Piala Dunia Klub di musim pertamanya.
Maresca baru bulan lalu mengatakan bahwa dia "pasti" akan menjadi manajer The Blues musim depan setelah laporan bahwa dia bisa menggantikan Pep Guardiola di Manchester City.
Baik pemilik maupun direktur olahraga telah mendukung Maresca dan kebijakan rotasinya di awal musim.
Tetapi serangkaian hasil buruk hanya dua kemenangan dalam delapan pertandingan selama sebulan terakhir, termasuk kekalahan dari Leeds, Atalanta, dan Aston Villa, membuatnya berada di bawah tekanan menjelang sembilan pertandingan di bulan Januari.
Chelsea kini telah kehilangan 15 poin dari posisi puncak klasemen Premier League sejauh musim ini, dengan keputusan Maresca di lapangan dipertanyakan.
Ia juga dicemooh oleh sebagian besar penonton Stamford Bridge ketika menggantikan Cole Palmer melawan Bournemouth.
Keputusan mengejutkan Maresca untuk melewatkan tugas media pasca pertandingan, dengan alasan sakit, setelah hasil imbang 2-2 dengan The Cherries hanya meningkatkan ketegangan.
Liam Rosenior, manajer klub, dengan cepat muncul sebagai kandidat terdepan untuk pekerjaan itu.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa ia bisa ditempatkan sebelum pertandingan Chelsea melawan Mancheser City pada hari Minggu.
Oliver Glasner dari Crystal Palace telah dipertimbangkan di masa lalu.
Bos Bournemouth Andoni Iraola juga dianggap sebagai kandidat untuk mengambil alih di Stamford Bridge sementara Marco Silva dari Fulham telah disebut-sebut.
Xavi juga dianggap sangat difavoritkan oleh beberapa orang di dalam klub.
Editor : Satria Putra Sejati