SLEMAN - Ada pemandangan tak biasa saat PSS Sleman menjamu Persipal Palu FC di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (28/12) malam lalu. Meski sukses menggulung tim tamu dengan skor telak 4-0, sorotan justru tertuju pada keberanian tim pelatih dalam merombak komposisi pemainnya.
Dalam laga ini, tim pelatih PSS melakukan eksperimen cukup ekstrem di sektor pertahanan dan lini tengah. Nama-nama langganan seperti Jajang Mulyana dan M. Tahir yang biasanya menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan, kali ini tidak terlihat sejak menit awal.
Sebagai gantinya, publik Sleman kembali melihat sosok Fachruddin Aryanto. Pemain sarat pengalaman yang baru saja dinyatakan pulih dari cedera itu langsung dipercaya turun sebagai starter. Menariknya, Fachruddin dipasangkan dengan Iman Fathurahman yang jarang mendapatkan menit bermain.
Meskipun keduanya masih minim menit bermain di musim ini, ternyata kedua pemain itu mampu tampil disiplin untuk menjaga lini pertahanan PSS Sleman. Kejutan tak berhenti di lini belakang. Di sektor gelandang bertahan, karena Arda Alfareza terkena akumulasi kartu, perannya digantikan oleh M. Kanu. Mantan pemain Persis Solo itu juga tampil spartan dan berduet dengan gelandang muda potensial, Dominikus Dion.
Menanggapi hal itu, Pelatih PSS Ansyari Lubis mengatakan, selain ingin memberikan menit bermain, skema tersebut memang sudah dilatih saat jeda kompetisi lalu. "Ini juga memastikan kami punya pemain-pemain yang bisa menggantikan pemain yang tidak bisa bermain," tuturnya Senin (29/12).
Meski terbilang berani dalam melakukan perombakan pemain, Ansyari mampu membuktikan jika para pemain pelapis mampu menjalankan peran sebagi pemain inti. Sehingga harapannya, para pemain itu ke depan bisa terus bermain konsisten.
"Apresiasi buat seluruh pemain, terutama buat pemain yang baru bermain kembali seperti Fachruddin, Iman. Mereka bisa jawab kepercayaan dengan tampil bermain," tegasnya. (ayu/laz)