JOGJA - Laskar Mataram Muda menunjukkan respons positif dalam lawatan ke markas Persib Bandung pada lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.
Meski menjalani persiapan relatif singkat dan menghadapi tantangan perjalanan panjang, performa seluruh kelompok usia (KU) PSIM Jogja dinilai mengalami peningkatan signifikan. Terutama dari sisi permainan dan mentalitas bertanding.
Rangkaian pertandingan yang berlangsung di Stadion Arcamanik, Bandung, pada Sabtu (13/12/2025) dan Minggu (14/12/2025) itu menjadi momen kebangkitan PSIM Muda. Ini setelah sebelumnya meraih hasil kurang maksimal saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda.
Manajemen dan tim pelatih melakukan pendekatan berbeda dalam proses evaluasi jelang lawatan ke Bandung. Jika sebelumnya metode persiapan bersifat umum, kali ini analisis diperkuat melalui tayangan visual untuk memberikan gambaran yang lebih konkret kepada para pemain.
"Sebenarnya metodenya hampir sama. Hanya saja, kita tambahkan lagi di bagian analisis menggunakan potongan video," ujar Manajer EPA PSIM Jogja Joshua Dio, Senin (15/12/2025).
Pendekatan itu diarahkan untuk memperdalam pemahaman taktikal pemain sekaligus menjaga kondisi kebugaran, mengingat PSIM Muda harus melakoni laga tandang dua pekan berturut-turut dengan jarak perjalanan yang cukup jauh.
"Kita lebih ke taktikal dan menjaga kebugaran para pemain. Karena kita laga tandang terus dua minggu berturut-turut," sambung Joshua.
Tim pelatih juga secara khusus membedah karakter permainan Persib Bandung yang saat ini berada di papan atas klasemen. Hasilnya, strategi antisipasi mampu diterapkan dengan lebih disiplin, meski tekanan pertandingan tetap tinggi.
Dari seluruh kelompok umur, skuad EPA U16 menjadi yang paling mencuri perhatian. Mereka berhasil mengamankan empat poin dari dua laga, masing-masing melalui satu hasil imbang dan satu kemenangan. Capaian itu terasa istimewa mengingat kondisi fisik U16 dinilai paling tidak ideal akibat jadwal perjalanan yang padat.
"U16 sebenarnya yang paling tidak ideal fisiknya. Mereka baru sampai malam hari dan pagi jam 5, mereka sudah harus berangkat ke lapangan. Namun menurut saya, U16 PSIM cukup mendominasi di dua laga kemarin," jelasnya.
Selain hasil, peningkatan kualitas permainan juga terlihat pada seluruh kelompok umur. Mentalitas bertanding dinilai berkembang pesat, meski harus menghadapi lawan kuat yang berstatus pemuncak klasemen.
"Kemarin lawan Bandung udah jauh, sangat lebih bagus. Lawannya bagus, tapi kita bisa main bagus juga," ungkap Joshua.
Ia menambahkan, secara permainan di tim EPA PSIM juga bener-bener sangat meningkat, dibanding ketika melawan Borneo. "Mereka main lebih percaya diri, pegang bola, dan bikin kreasi peluang," ulasnya.
Meski demikian, tim pelatih tetap mencatat sejumlah evaluasi penting untuk menghadapi laga selanjutnya. Transisi permainan pada kelompok U18 dan U20 menjadi perhatian utama, terutama dari sisi taktikal. Selain itu, pemulihan kondisi fisik pemain juga menjadi tantangan tersendiri mengingat jarak antarlaga yang cukup berdekatan.
"Yang jadi PR selanjutnya untuk semua KU itu pemulihan kondisi fisik, agar tetap bugar dengan waktu yang terbatas," pungkas Joshua.
PSIM Muda dijadwalkan kembali melakoni laga kandang 20–21 Desember 2025. Dengan harapan tren positif yang diraih di Bandung dapat berlanjut. (iza/laz)
Rekap Hasil Pertandingan EPA PSIM Jogja vs Persib Bandung:
Sabtu, 13 Desember 2025
EPA U16: Persib Bandung 1-1 PSIM Jogja
EPA U18: Persib Bandung 3-3 PSIM Jogja
EPA U20: Persib Bandung 3-0 PSIM Jogja
Baca Juga: Berdayakan Warga di Usia Senja, Pemkot Jogja Luluskan 89 Lansia, Berharap Tak Jadi Beban Keluarga
Minggu, 14 Desember 2025
EPA U16: Persib Bandung 0-1 PSIM Jogja
EPA U18: Persib Bandung 1-0 PSIM Jogja
EPA U20: Persib Bandung 2-1 PSIM Jogja
Editor : Herpri Kartun