RADAR JOGJA - Tur 'GOAT' Lionel Messi di India dinodai oleh adegan kacau pada hari Sabtu waktu setempat setelah para penggemar melemparkan kursi dan menyerbu lapangan selama penampilan singkat bintang Argentina itu.
Tur Messi akan membawanya dari Kolkata ke Hyderabad, Mumbai, dan New Delhi. Namun, tur tersebut tidak dimulai dengan mulus, karena penampilannya dilaporkan dipersingkat menjadi hanya 20 menit karena kericuhan.
Puncak hari pembukaan tur seharusnya adalah peresmian patung Messi setinggi 70 kaki, yang dilaporkan sebagai patung pesepakbola terbesar yang pernah dibuat.
Messi, yang ditemani oleh rekan setimnya Luis Suarez dan Rodrigo De Paul, berjalan sebentar di lapangan dan melambaikan tangan sebentar ke arah tribun di tengah teriakan keras "Messi, Messi," tetapi para penggemar segera menyadari bahwa pesepakbola itu tetap dikepung ketat dan hampir tidak terlihat dari sebagian besar stadion.
Penampilan Messi berakhir sebelum dia bisa menyelesaikan satu putaran penuh di stadion, memicu adegan kericuhan.
"Hanya para pemimpin dan aktor yang mengelilingi Messi," kata seorang penggemar kepada kantor berita ANI.
"Mengapa mereka memanggil kami?" imbuhnya.
"Kami punya tiket seharga 12.000 rupee (2,2 juta rupiah), tetapi kami bahkan tidak bisa melihat wajahnya," jelasnya.
Mamata Banerjee, kepala menteri wilayah tersebut, menyampaikan permintaan maaf kepada Messi dan memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.
"Saya sangat terganggu dan terkejut dengan kesalahan manajemen yang terjadi hari ini di stadion Salt Lake," Banerjee, yang sedang dalam perjalanan ke acara tersebut ketika kekacauan terjadi, menulis di X.
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada Lionel Messi, serta kepada semua pecinta olahraga dan penggemarnya, atas insiden yang tidak menguntungkan ini," tambahnya.
"Saya membentuk komite penyelidikan... komite akan melakukan penyelidikan terperinci atas insiden tersebut, menetapkan tanggung jawab, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang," tegasnya.
Federasi sepak bola India mengatakan bahwa mereka "sangat prihatin" dengan kejadian tersebut, dan menambahkan bahwa mereka tidak terlibat dalam perencanaan acara tersebut, dan menyerahkan tanggung jawab kepada agensi PR yang menyelenggarakannya.
Editor : Satria Putra Sejati