Menurutnya, masalah utama yang terjadi di timnya saat ini bukan pada masalah fisik, melainkan masih kurangnya naluri otomatis dari para pemain saat melakukan transisi permainan.
"Kalau saya lihat sih, kami di transisi sedikit agak lemah, terutama di putaran kedua ya," ungkapnya, Senin (8/12/2025).
Bukan tanpa sebab Ansyari menggarisbawahi hal itu. Baginya, fenomena tersebut adalah hal yang sangat mengkhawatirkan di dalam permainan sepak bola.
Sebab, seolah-olah chemistry dan pemahaman taktik antarpemain belum terbentuk secara natural.
Akibatnya, ada jeda waktu yang terbuang karena pemain harus menunggu komando sebelum mengambil keputusan. "Jadi mesti kami teriaki dulu baru mereka (pemain) bergerak," ungkapnya.
Oleh sebab itu, saat ini Ansyari tidak ingin Gustavo Tocantins dan kawan-kawan mengulangi kesalahan tersebut.
Mengingat di laga-laga ketat, transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya, pasti bakal menuntut kecepatan berpikir dan taktik yang matang.
Jika pemain harus menunggu teriakan dari sang pelatih untuk menutup ruang atau melakukan sprint, lanjut Ansyari, pasti momentum seringkali sudah hilang.
Hal ini menjadi sinyal bagi para pemain PSS agar bisa meningkatkan inisiatif saat pertandingan.
"Itu kan harusnya tidak terjadi di situasi pertandingan yang sangat ketat," tegasnya.
Ditanya soal secara keseluruhan, pelatih yang akrab disapa Uwak ini meminta anak asuhnya bisa lebih produktif lagi dalam mencetak gol. Itu ditekankan karena PSS kembali memuncaki klasemen Grup Timur.
Baca Juga: Sudah Lebihi Target tapi Masih Bisa Digenjot, Aset PT BPR BKK Kebumen Tembus Rp 562,8 Miliar
"Karena kami tahu rankingnya kan mepet-mepet. Jadi, gol itu bisa menentukan," ujarnya. Permasalahan klasik di depan gawang memang sering menjadi perhatian khusus darinya.
Sebab, sejauh ini, meskipun timnya banyak menciptakan peluang, tapi baginya konversi menjadi gol masih jauh dari kata ideal.
Oleh sebab itu, pada sesi latihan di jeda kompetisi saat ini, Uwak mengaku akan fokus pada pembenahan finishing pemain.
Ke depan, pelatih asal Tebingtinggi, Sumatera Utara ini ingin para pemain bisa memiliki penyelesaian akhir yang lebih tajam. "Nah, itu yang harus pemain lebih percaya diri lagi," tegasnya.
Selain persoalan finishing, Uwak juga menyoroti setidaknya ada dua area krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di dalam skuadnya.
"Kami di set piece dan defense yang juga masih banyak kelemahan," tuturnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun