SURABAYA - Persiba Bantul harus rela pulang dengan tangan hampa setelah menelan kekalahan pertamanya di Grup D Liga Nusantara 2025/2026.
Menghadapi Gresik United yang bermain dengan 10 pemain pada laga ketiga di Stadion Pasiran Surabaya, Senin (8/12/2025) sore, Laskar Sultan Agung tumbang dengan skor 0-1 lewat gol telat tim tuan rumah.
Sejak awal laga, sebenarnya Persiba Bantul tampil agresif. Sektor sayap jadi andalan untuk melancarkan berbagai serangan.
Berbagai peluang emas mampu diciptakan anak-anak Bantul di laga ini. Tapi kiper Gresik United yang selalu sigap keluar dari sarangnya berhasil menggagalkan ancaman itu.
Menjelang babak pertama usai, momentum besar berpihak pada Persiba Bantul. Pada menit 45+1, pemain Gresik United Syaifullah Kader menerima kartu merah dari wasit.
Sehingga tim dari Bumi Projotamansari itu memasuki babak kedua dengan keunggulan jumlah pemain.
Memasuki paruh kedua, Persiba Bantul yang unggul jumlah pemain meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan dan beberapa kali sukses masuk ke kotak penalti lawan.
Namun penyelesaian akhir yang kurang optimal membuat gol tak kunjung hadir. Segala upaya anak-anak Bantul pun berkali-kali digagalkan Gresik United yang tampil disiplin meski bermain dengan 10 pemain.
Merasa frustasi, Persiba Bantul kemudian melakukan sejumlah pergantian untuk menambah daya dobrak. Tetapi hasilnya tetap nihil.
Petaka bagi Persiba Bantul justru malah datang pada menit ke-88. Gresik United yang tampil dengan 10 pemain justru mampu mencetak gol lebih dulu melalui sundulan Arya Pratama yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang Persiba.
Alhasil skor berubah menjadi 0-1 dan bertahan hingga laga berakhir.
Atas kekalahan itu Persiba Bantul turun satu peringkat, dari posisi kedua ke posisi ketiga klasemen sementara Grup D. Sementara Gresik United naik ke peringkat kedua.
Pelatih Persiba Bantul Andri Rahmawi Putra mengatakan, meski secara sistem bermain timnya lebih baik daripada dua laga sebelumnya.
Ini karena para pemain lebih percaya diri dalam menguasai bola. Akan tetapi dewi fortuna masih belum berpihak kepada tim kebanggaan masyarakat Bantul.
"Banyak peluang tapi buruk dalam penyelesaian akhir," katanya usai pertandingan.
Selain itu, walaupun ada beberapa rencana game plan yang sudah disiapkan sudah berjalan matang, di dalam sepak bola semua bisa terjadi.
"Kami sudah coba semuanya, tapi kadang sepak bola ditentukan oleh satu momen saja. Itu yang dimanfaatkan Gresik tadi," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun