JOGJA - Bek PSIM Jogja Andy Setyo Nugroho mengungkapkan pengalamannya dalam menghadapi berbagai tipe penyerang selama berkarier di sepak bola nasional. Pemain berusia 28 tahun ini telah malang melintang bersama sejumlah klub di Indonesia. Mulai Borneo FC ketika masih muda, PS TNI, Bhayangkara FC, hingga kini menjadi bagian dari skuad Laskar Mataram.
Dengan postur 180 cm dan banyak ditempatkan di posisi bek tengah, Andy kerap terlibat duel fisik dan taktis dengan para penyerang lawan. Banyaknya pengalaman itu membuatnya mampu memetakan karakter striker yang paling sulit ia hadapi di lapangan, baik pemain lokal maupun asing.
"Tipikal striker yang sulit bagi saya itu dia yang kuat tahan bola dan juga selalu berlari, ke mana pun bola dia kejar," katanya Senin (8/12).
Musim ini, pemain kelahiran Pati, Jawa Tengah itu memang belum banyak mendapat menit bermain di BRI Super League 2025/2026. Tercatat ia baru tampil dalam dua pertandingan resmi bersama PSIM karena baru pulih dari cedera lutut yang sempat membuatnya absen cukup lama.
Kendati begitu, intensitas latihan bersama skuad PSIM membuatnya tetap akrab dengan berbagai tipe penyerang, termasuk dari internal tim sendiri.
Salah satu yang menurut Andy cukup merepotkan adalah penyerang asing PSIM, Nermin Haljeta. Di mana ia kerap berhadapan dalam sesi latihan, sehingga Andy mengetahui persis kualitas yang dimiliki bomber asal Slovenia itu. "Menurut saya termasuk rekan setim saya, Nermin. Dia punya kualitas dan itu sulit dihadapi," ujarnya.
Ia menambahkan, tren striker berkualitas dengan daya tahan fisik, kemampuan memegang bola, serta determinasi tinggi kini semakin banyak ditemui di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Kondisi itu mendorongnya terus meningkatkan performa agar mampu bersaing dan tampil maksimal.
"Harus diakui ada banyak tipe striker seperti itu yang berkualitas dan menyulitkan di Liga Indonesia saat ini," tandasnya. (iza/laz)