RADAR JOGJA - Bertekad untuk bangkit dari kekalahan menyakitkan di Coppa Italia, AC Milan akan melanjutkan perjuangan meraih Scudetto pada Selasa (9/12) dini hari, saat menantang Torino.
Rekor tak terkalahkan Milan yang panjang akhirnya berakhir ketika Lazio menyingkirkan mereka dari Coppa Italia, tetapi penampilan di Serie A/ Liga Italia masih melampaui ekspektasi.
Bertemu untuk kedua kalinya dalam lima hari, Milan dan Lazio kembali berhadapan pada tengah pekan, memperebutkan tempat di perempat final Coppa.
Rossoneri sebelumnya berhasil meraih kemenangan tipis di pertandingan liga yang menegangkan di San Siro, tetapi keadaan kemudian berbalik di Roma.
Tendangan Mattia Zaccagni di menit-menit akhir memecah belah kedua tim di Stadio Olimpico, menyingkirkan finalis musim lalu yang kalah dari kompetisi yang terakhir kali mereka menangkan lebih dari dua dekade lalu.
Namun, Milan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan liga teratas sejak kekalahan mengejutkan dari Cremonese di laga pembuka, dengan mencatatkan tujuh clean sheet.
Pasukan Massimiliano Allegri terakhir kali kebobolan gol liga pada awal November, dan jelas terlihat seperti penantang gelar juara sejati.
Bersiap untuk mempertahankan gelar Supercoppa Italiana akhir bulan ini, Rossoneri pertama-tama harus berusaha meraih poin maksimal dari pertandingan melawan tim papan tengah Sassuolo dan Torino.
Namun, setelah kekalahan tandang 2-1 pada bulan Februari, Milan telah kalah dalam dua dari tiga pertemuan terakhir dengan Torino setelah sebelumnya menang enam kali dari delapan pertandingan.
Sejak menderita kekalahan telak 7-0 selama musim 2020/21, Torino telah memenangkan semua dari tiga pertandingan kandang terakhir melawan Milan.
Jadi, klub Turin itu sekarang bisa mencatatkan empat kemenangan beruntun atas rival Rossoneri untuk pertama kalinya sejak 1949.
Namun, hasil terbaru kedua tim menunjukkan hasil yang berbeda dimana Granata tanpa kemenangan dalam lima pertandingan setelah kalah dari Lecce pekan lalu.
Akhirnya kalah 2-1 di Stadio Via del Mare, Granata nyaris gagal meraih satu poin pun setelah Che Adams berhasil membawa mereka kembali ke persaingan, sementara penalti Kristjan Asllani di masa injury time berhasil ditepis.
Meskipun masih berada di luar zona degradasi, perolehan poin Torino saat ini, yaitu 14, merupakan pencapaian terendah di tahap musim ini selama lima tahun.
Yang menjadi perhatian utama bagi pelatih yang sedang dikritik, Marco Baroni, El Toro juga memiliki pertahanan terburuk di Serie A, dengan rata-rata kebobolan 1,77 gol per pertandingan dan mencetak gol dengan rasio yang rendah di sisi lain.
Head to head:
23/02/2025 Torino 2-1 AC Milan
18/08/2024 AC Milan 2-2 Torino
19/05/2024 Torino 3-1 AC Milan
27/08/2023 AC Milan 4-1 Torino
11/02/2023 AC Milan 1-0 Torino
Prediksi susunan pemain:
Torino (3-5-2):
Israel (GK); Tameze, Maripan, Coco; Pedersen, Casadei, Asllani, Vlasic, Lazaro; Adams, Zapata
Baca Juga: Raperda Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Perlindungan Konsumen (2)
AC Milan (3-5-2):
Maignan (GK); Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Ricci, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Leao
Prediksi:
Kami katakan: Torino 0-2 AC Milan
Dengan Torino yang kesulitan mencetak gol dan Milan terbukti sebagai spesialis clean sheet, tim tamu bisa pulang dengan poin maksimal.
Rossoneri akan bereaksi terhadap kemunduran yang jarang terjadi ini dengan meningkatkan peluang untuk meraih gelar Serie A, dengan Leao yang sedang dalam performa terbaiknya siap meneror pertahanan Torino.
Editor : Satria Putra Sejati