SLEMAN - Komite Disiplin (Komdis) PSSI secara resmi telah menjatuhkan rentetan sanksi berat kepada PSS Sleman. Itu akibat dari serangkaian tindakan indisipliner para suporter Laskar Sembada yang terjadi saat melawan Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (22/11) malam silam.
Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI yang beredar, PSS dijatuhi total denda sebesar Rp 97,5 juta atas empat pelanggaran berbeda dalam satu pertandingan. Tidak hanya kerugian finansial, tim asal Bumi Sembada juga menerima hukuman non-materiel yang sangat merugikan performa tim.
Sanksi terberat secara finansial datang dari aksi pelemparan botol air mineral yang dilakukan para suporter. Dalam SK bernomor 097/L2/SK/KD-PSSI/XI/2025, aksi pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak yang dilakukan suporter PSS Sleman diganjar denda sebesar Rp 50 juta.
Tak hanya itu, situasi tersebut diperparah dengan adanya tindakan vandalisme. Sebab saat menghadapi tim berjuluk The Lobster lalu itu, para suporter PSS terbukti melakukan perusakan fasilitas stadion berupa dua buah tabung alat pemadam api ringan (APAR) dan dua buah bangku stadion. Bahkan, bangku stadion itu dilemparkan ke arah lapangan.
Tak berhenti sampai di situ, ternyata dalam SK Nomor 099, tercatat adanya suporter yang nekat merangsek masuk ke area lapangan pertandingan (invasi) dan menendang bola ke arah tribun. Aksi itu tentu saja juga menambah beban denda sebesar Rp 20 juta.
Selain itu, kehadiran suporter PSS dalam laga tandang melawan Deltras FC yang sejatinya melanggar regulasi liga terkait larangan suporter tamu. Itu juga membuahkan denda Rp 12,5 juta (SK nomor 096).
Maka dari itu, atas berbagai tindakan itu, manajemen PSS harus membayar dengan total nyaris menyentuh angka Rp 100 juta atau tepatnya Rp 97,5 juta.
Akibat tindakan anarkis yang tertuang dalam SK Nomor 098 ini, PSS tidak hanya didenda Rp 15 juta tetapi juga menerima hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah. Sehingga hal itu menjadi pukulan telak bagi manajemen dan tim pelatih.
Menanggapi hal itu, Pelatih PSS Ansyari Lubis mengaku tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut. Sebab, menurutnya, hukuman itu sudah terjadi dan harus dihadapi. "Ya, kami mau bilang apa lagi?Hukuman sudah dijatuhkan, kami harus siap," ujarnya, Minggu (7/12).
Tak hanya itu, menurut Ansyari, para pemain juga sudah paham terkait hukuman tersebut. Sehingga pelatih yang akrab disapa Uwak ini memastikan jika tidak akan ada masalah apa pun di dalam timnya saat laga melawan Persipal Palu nanti. "Mereka juga mengerti konsekuensi dari ini (hukuman) ya seperti ini," tandasnya. (ayu/laz)