RADAR JOGJA - Pelatih kepala tim nasional putra Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengatakan tujuannya selama enam bulan ke depan adalah untuk terus meningkatkan skuad dan menunjukkan rasa hormat penuh kepada lawan-lawan di babak penyisihan grup Piala Dunia.
Lawan-lawan tersebut menjadi lebih jelas dengan dilaksanakannya drawing Piala Dunia musim panas mendatang.
Bergabung dengan AS di Grup D adalah Australia, Paraguay, dan pemenang playoff yang melibatkan Kosovo, Rumania, Slovakia, dan Turki.
Turki, yang saat ini berada di peringkat ke-25 dalam putaran terakhir peringkat FIFA, difavoritkan untuk lolos.
Meskipun AS mengalahkan Australia dan Paraguay dalam pertandingan persahabatan baru-baru ini, Pochettino mencatat masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Dalam tim yang telah ia upayakan untuk menciptakan lingkungan kompetitif di mana setiap pekerjaan tidak aman, Pochettino menekankan bahwa tidak ada yang bisa dianggap remeh.
"Saya pikir dalam enam bulan ke depan kami perlu memperbarui segalanya," kata Pochettino di ruang ganti setelah drawing.
"Kami tahu mereka, tetapi mereka juga tahu kami. Yang terpenting adalah evolusi, dan terus berkembang, di semua area, bagi kami, sebagai sebuah tim. Untuk memastikan bahwa dalam permainan kami, saya pikir kami akan lebih kuat dari hari ini," imbuhnya.
"Bagi saya, itulah tujuannya, menjadi lebih baik dan menunjukkan rasa hormat penuh kepada Paraguay dan Australia, dan yang keempat yang akan kita ketahui di bulan Maret. Ya, saya menantikannya. Saya optimis. Sebelum, setelah, saya pikir menantikan Piala Dunia, momen paling menarik bagi kami adalah tiba dalam kondisi terbaik kami," jelasnya.
Ketika ditanya apakah ia senang dengan hasil drawing, Pochettino menegaskan itu bukan soal senang atau tidak senang.
"Selalu ketika Anda masuk, Anda menunggu dan melihat apa yang terjadi, melihat apa yang terjadi, bersikap optimis dan benar-benar percaya pada kualitas Anda dan para pemain kami, pada kapasitas kami untuk bersaing," ungkapnya.
Persoalan siapa yang diuntungkan dalam pertandingan ulang apa pun berpihak pada tim nasional AS mengingat bagaimana tim telah bereksperimen dengan berbagai sistem dalam beberapa bulan terakhir.
"Fleksibilitas mulai kami lihat karena saya pikir, selalu, Anda butuh waktu, meluangkan waktu untuk berperan, untuk beradaptasi dengan sistem yang berbeda dan cara bermain yang Anda inginkan," kata Pochettino.
"Kami mencoba sejak awal tetapi tidak terjadi dengan cepat karena itu normal, prosesnya. Tapi saya rasa ya, saya rasa kami sangat senang dengan cara kami berkembang sebagai sebuah tim, berkembang di berbagai aspek, tidak hanya dalam hal agresivitas, cara kami bersaing dan dalam perspektif taktis. Intinya sekarang lebih pada pengetahuan tentang apa yang perlu kami lakukan dan saya pikir kami terus berkembang. Itulah idenya," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati