JAKARTA - Sebuah pertanyaan besar kini tengah muncul di benak para pecinta sepak bola Jogja, khususnya bagi para penggemar setia PSIM Jogja. Sebab saat ini terdapat sebuah anomali yang mencolok dalam antusiasme suporter Laskar Mataram ketika mendukung tim kesayangan mereka berlaga di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, berbanding terbalik ketika mereka bertandang (away) ke luar kota.
Hingga pekan ke-14 Kompetisi Super League musim 2025/2026, data menunjukkan bahwa kehadiran suporter PSIM Jogja di kandang sering kali menunjukkan angka yang tidak maksimal. Untuk pertandingan kandang yang digelar di SSA, jumlah penonton yang tercatat kerap berada di kisaran tiga ribu hingga empat ribu orang saja, angka yang bahkan tidak mencapai lima ribu.
Namun, situasi berbalik drastis ketika PSIM Jogja melakoni laga tandang, terutama dalam pertandingan yang berstatus big match atau menarik perhatian besar. Contoh terbaru yang menjadi sorotan adalah saat tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja ini bertandang melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (28/11) malam.
Pada pertandingan tandang melawan Macan Kemayoran itu, animo suporter PSIM Jogja terbilang meluap-luap. Tercatat, sebanyak lima ribu suporter PSIM Jogja yang datang memberikan dukungan langsung. Jumlah ini bahkan melebihi rata-rata kehadiran mereka saat bermain di homebase sementara.
Tentu saja, animo yang luar biasa saat tandang itu memunculkan spekulasi dan pertanyaan. Mengapa dukungan suporter setia para suporter justru malah terlihat lebih militan dan berjumlah masif ketika tim bermain di luar kota. Sementara di SSA yang memiliki kapasitas delapan ribu penonton itu malah yang datang cenderung sedikit.
Salah satu suporter PSIM Jogja yang ikut away ke Jakarta Hafis Asgananta menjelaskan alasannya memilih untuk bertolak ke Jakarta kali ini. Menurutnya ada berbagai faktor yang membuatnya melakukan hal tersebut.
Sebagai contoh, pria asal Sewon ini memberikan gambaran bahwa beberapa laga kandang PSIM Jogja kerap digelar pada hari kerja. Sehingga itu dinilainya busa memberatkan suporter yang memiliki aktivitas atau pekerjaan.
"Saya lalu memilih menabung untuk menonton PSIM di Jakarta," ungkapnya saat bertemu di area SUGBK, Jumat (28/11) malam.
Selain itu, Hafis mengaku jika memang laga melawan Persija Jakarta ini merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu olehnya. Sebab selain bisa menyaksikan PSIM Jogja bertanding di SUGBK, alasan lain yang mendorongnya untuk pergi ke Jakarta karena ingin bertemu para The Jakmania.
"Saya sangat menantikan momen ini," lontar.
Suporter PSIM Jogja yang lain, Febriyanto pun juga mengatakan hal serupa dengan Hafis. Alasan para suporter terus ia dan para rekan-rekan jarang ke SSA belakangan ini karena jadwal berbenturan dengan hari kerja dan ia juga ingin menemui teman-teman dari The Jakmania.
"Meskipun PSIM Jogja kalah, saya dan teman-teman tetap puas," cetusnya. (ayu)