JAKARTA - Meski harus menelan kekalahan 0-2 dari Persija Jakarta. Tapi penjaga gawang PSIM Jogja, Khairul Fikri Ma'arif, berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan pujian khusus dari Pelatih Laskar Mataram, Jean-Paul van Gastel.
Penampilan Fikri dalam laga pekan ke-14 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (28/11) malam, dinilai sebagai debut yang membanggakan oleh van Gastel. Mengingat kondisi dan atmosfer pertandingan kali ini sangat luar biasa.
Laga tandang melawan Persija Jakarta yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-97 Macan Kemayoran menjadi panggung yang monumental bagi Fikri. Bermain di hadapan sekitar 56 ribu penonton, kiper yang lama tidak mendapat menit bermain ini mengakui adanya tekanan besar.
"Jujur rasanya ndredek (gugup). Karena saya lama tidak mendapatkan menit bermain, jujur saya ndredek," lontarnya Fikri usai pertandingan.
Meskipun mengaku gugup, tapi Fikri sendiri ingin terus berusaha menunjukkan performa yang solid di laga kali ini. Sebab sebagai kiper ketiga yang jarang mendapatkan menit bermain, Fikri ingin membuktikan ke khalayak umum jika dirinya mampu untuk menjadi pemain yang bagus.
"Saya ucapkan terimakasih untuk para suporter, baik Brajamusti dan The Maident yang datang ke sini," cetusnya.
Sementara, Jean-Paul van Gastel secara terbuka menyatakan kepuasannya terhadap penampilan Fikri di laga ini. Menurutnya kiper muda tersebut sukses melalui tantangan besar dalam debut pertamanya di bawah atmosfer yang sangat menekan.
"Untuk performa malam ini kepada Fikri, saya sangat puas," jelasnya.
Tak hanya itu saja, Pelatih asal Belanda ini juga ingin terus mendorong Fikri supaya bisa terus berkembang. Mengingat pengalaman di laga ini tentu saja sangat berharga untuk kiper asal Kotagede tersebut.
"Tidak begitu mudah bagi dia karena ini game pertama dia dengan atmosfer yang sebegini banyaknya," bebernya.
Memang di laga ini PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Macan Kemayoran dengan skor akhir 0-2. Meskipun kalah, PSIM sempat tampil percaya diri di awal laga.
Pada babak pertama PSIM Jogja bahkan sempat unggul tipis dalam penguasaan bola dengan catatan 55 persen dan sukses menahan Persija Jakarta hingga turun minum dengan skor 0-0.
Namun, petaka bagi PSIM Jogja datang pada babak kedua, tepatnya menit ke-76. Gol pertama Persija Jakarta lahir dari sepakan sudut. Bola muntahan hasil sepakan pojok berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Maxwell Souza yang berdiri tanpa kawalan, mengubah skor menjadi 1-0.
Saat PSIM Jogja berusaha keras mencari gol penyama kedudukan, Persija Jakarta justru berhasil menambah keunggulan. Gol kedua dicetak di menit injury time babak kedua (90+4) oleh Allano De Souza. Menerima umpan silang akurat dari Alan Cardoso, Allano melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau oleh Khairul Fikri Ma'arif. Gol Allano De Souza sekaligus menutup laga dengan skor akhir 0-2 untuk keunggulan Persija Jakarta.
Atas kekalahan ini, PSIM Jogja tetap bertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan perolehan 22 poin. Sementara itu, Persija Jakarta juga tetap bertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan 29 poin. (ayu).